Polsek Kotabaru Buru Dua Rekan AS Seorang Wanita Bandar Togel Jaringan Hongkong

AS diamankan saat melakukan transaksi togel, tak berkutik, AS langsung digelandang ke Mapolsek Kota Baru.

Tribunjambi/Aryo Tondang
AS bandar judi togel diamankan Polsek Kotabaru 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hingga saat ini, Polsek Kotabaru terus melacak keberadaan CA dan DA, dua rekan AS seorang wanita berusia 45 tahun, bandar toto gelap (Togel) jaringan Hongkong yang diamankan pada (16/5/2020) lalu.

CA sendiri berperan sebagai penjemput uang dari tersangka AS, sementara DA sebagai penerima uang hasil judi dari AS yang diserahkan oleh DA.

Kapolsek Kotabaru, melalui Kanit Reskrim, Ipda Rizki M Ramadhan menuturkan, hingga saat ini, pihaknya masih memburu kedua pelaku.

1.292 Desa di Provinsi Jambi Telah Disalurkan BLT DD Tahap I

Perwira Kopassus Kaget Namun Tetap Tenang, Berdoa lalu Nekat Minum Air Aneh Suguhan Warga

Beri Hermawati Ajak Anak Berdiskusi untuk Latih Berpikir Kritis

Dia menegaskan, sejak diterbitkan daftar pencarian orang DPO terhadap keduanya, pihaknya masih terus menyusuri keberadaan keduanya.

"Sejak masuk dalam DPO, kita terus buru keduanya, kita akan kejar terus," kata Rizki, Sabtu (20/6/2020) sore.

CA dan DA masuk dalam DPO Polsek Kota Baru setelah seorang wanita berinisial AS (45) yang menjadi bandar togel berhasil dibekuk oleh Unit Reskrim Polsek Kota Baru, pada (16/5/2020) lalu.

AS diamankan saat melakukan transaksi togel, tak berkutik, AS langsung digelandang ke Mapolsek Kota Baru.

Dari pengakuan AS, dirinya baru 6 bulan menjalankan bisnis togel tersebut, dalam satu hari AS mengaku mampu maraup hingga Rp 1,5 juta dari bisnis ilegal tersebut.

Dihadapan petugas, beberapa waktu lalu, AS menangis sejadi-jadinya, dan memohon kepada petugas agar dirinya dilepaskan.

"Tolong pak, lepaskan saya, saya tidak akan ulangi lagi," kata AS kepada petugas Kepolisian beberapa waktu lalu.

Namun hukum sudah berjalan, AS terpaksa mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Kota Baru.

AS dijerat dengan pasal 303 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved