Corona Jambi Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Jambi Melambat di Tengah Pandemi Covid-19

Bayu Martanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan I 2020 tumbuh 1,65% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Tribunjambi/Fitri Amalia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan I 2020 tumbuh 1,65% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi terpantau melambat akibat pandemi Covid-19

Penyebaran virus yang berlangsung sangat cepat, mendorong berbagai negara menerapkan pembatasan kegiatan hingga kebijakan lockdown. Akibatnya, terjadi penurunan aktivitas perjalanan, operasional industri, investasi dan ekspektasi konsumen sehingga menimbulkan shock terhadap penawaran dan permintaan agregat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan I 2020 tumbuh 1,65% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,59% (yoy) juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan I 2019 sebesar 4,69% (yoy).

Pembatasan pergerakan manusia dan industri mengakibatkan penurunan permintaan baik dari sisi eksternal maupun domestik. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kinerja ekspor dan konsumsi rumah tangga.

Imbas Covid-19, Acara Tour de Singkarak dan Festival Kerinci Dibatalkan

Hari ke-5 Penerapan New Normal, Warga Kerinci Mulai Sadar Pentingnya Kesehatan

Travel Gelap Ramai Beroperasi di Jambi, Dishub Kesulitan untuk Tertibkan Karena Ini

"Risiko penyebaran Covid-19 juga menimbulkan pesimisme terhadap pelaku usaha sehingga kinerja investasi mengalami penurunan," ujarnya, Kamis (18/6).

Di sisi lain, konsumsi pemerintah terpantau meningkat didorong ekspansi keuangan pemerintah terkait penanganan dampak Covid-19. Hal ini sejalan dengan upaya yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah dalam penguatan perlindungan sosial dan stimulus ekonomi a.l. melalui refocusing dan realolasi anggaran belanja untuk percepatan penanganan dampak Covid-19.   

Bayu menjelaskan, secara sektoral, perlambatan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha kecuali pertanian, informasi dan komunikasi, serta pengadaan air. Penurunan permintaan sejalan dengan melambatnya pertumbuhan lapangan usaha pertambangan, industri pengolahan dan perdagangan.

Penerapan pembatasan sosial mendorong perbaikan kinerja lapangan usaha informasi dan komunikasi serta lapangan usaha pengadaan air. Sementara, meningkatnya pertumbuhan lapangan usaha pertanian seiring berlangsungnya panen raya tanamanan pangan. 

Selain itu, BI juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2020 melambat dibanding triwulan sebelumnya. Hal tersebut karena  penurunan kinerja ekonomi daerah, terutama disebabkan oleh meluasnya penyebaran Covid-19.

Permintaan eksternal dan domestik diprakirakan masih mengalami penurunan, sehingga berdampak pada pelemahan konsumsi swasta dan perdagangan eksternal Provinsi Jambi. Meskipun, konsumsi pemerintah dalam rangka penanganan Covid-19 akan menahan penurunan ekonomi daerah lebih lanjut.

Kasus Virus Corona di Muarojambi Hari Ini, Total Positif Covid-19 12 Orang

VIDEO Viral, Wanita Ini Kesurupan Ngaku Sebagai Iblis saat Nunggu di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit

Untuk keseluruhan tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi juga diprakirakan mengalami perlambatan, penurunan kinerja ekonomi daerah terutama dipengaruhi oleh dampak outbreak Covid-19.

"Kebijakan lockdown dan  pembatasan sosial dalam rangka penanganan Covid-19 menjadi faktor utama yang menahan perbaikan ekonomi daerah," tutupnya.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved