Diduga Karena Dendam Lama, Dua Warga Desa di Merangin Terlibat Perkelahian, Polisi Diminta Bertindak

Beberapa hari sebelumnya, dua warga Desa Muaro Jernih juga pernah mendatangi Mapolsek Tabir Ulu.

Diduga Karena Dendam Lama, Dua Warga Desa di Merangin Terlibat Perkelahian, Polisi Diminta Bertindak
net
ilustrasi

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Beberapa hari sebelumnya, dua warga Desa Muaro Jernih juga pernah mendatangi Mapolsek Tabir Ulu.

Mereka melaporkan kejadian penganiayaan yang diduga dilakukan oleh warga Warga Pulau Aro Tabir Ulu Kabupaten Merangin.

Ceritanya, pada Kamis (11/6) lalu sekitar pukul 22.00 Wib, korban atasnama Robi Adriansyah bersama teman-temannya pergi ke Warung Bakso, kemudian sekira pukul 23.00 Wib, korban dan bersama rombongan pulang.

Pada saat melintas di Dusun Sungai Batu Desa Pulau Aro korban dan dan rombongan dihadang pria bernama Lung, Aldi dan teman-temannya. Tak hanya dihadang, mereka juga dilempar batu dan dipukul menggunakan kayu, akibatnya Robi dan Aris mengalami cidera.

Kades Muaro Jernih Abdul Hadi ketika dikonfirmasi membenarkan jika ada warganya yang diintimidasi oleh warga desa tetangga.

Merasa Diintimidasi, Puluhan Waga Muaro Jernih Datangi Mapolsek Tabir Ulu

Lagi Enak Bercumbu, Sepasang Duda dan Janda Digerebek Polisi di Kosan, Ngaku Baru Mau Nikah

"Betul bang. Kami sudah lapor ke Polsek Tabir Ulu," kata Hadi, Senin (15/6).

Menurut Hadi, peristiwa intimidasi yang dialami oleh warganya sudah sering terjadi. Bahkan beberapa waktu lalu juga pernah terjadi.

"Lebaran kemarin ado jugo warga kami yang keno tujah (tusuk)," kata Hadi.

Ketika ditanya siapa dan apa yang sebenarnya terjadi terhadap warganya itu ? Hadi menyebut jika pelaku merupakan warga desa tetangga, yaitu Desa Pulau Aro.

"Desa kami berdampingan. Memang dari nenek moyang dulu sudah sering terjadi pertikaian. Kejadian, selesai, terus terjadi lagi," ungkapnya.

Menurut dia, sejauh ini warga Desa Muaro Jernih cukup bersabar. "Kalau mau berbuat jahat itu mudah. Warga Dio banyak yang lewat di sini, tapi kami dak mau," katanya lagi.

Dengan kasus ini, dirinya mewakili warga Desa Muaro Jernih meminta kepada pihak kepolisian untuk cepat mengungkap kasus ini.

"Kemarin tu warga sudah ngumpul mau serang warga d isano, tapi sayo tahan," pungkasnya. (*)

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved