Puluhan SAD Merangin Pulang ke Rumah, Anggap Corona Mulai Aman

Setelah hampir dua bulan Melangun untuk menghindari Pandemi Covid-19, akhirnya puluhan keluarga Suku Anak Dalam di Merangin pulang ke rumah.

IST
Warga Suku Anak Dalam. 

TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO -- Setelah hampir dua bulan melangun untuk menghindari Pandemi Covid-19, akhirnya puluhan keluarga Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Lantak Seribu Kabupaten Merangin pulang.

Kepulangan puluhan keluarga ini dibenarkan oleh Daryanto anggota Kelompok Peduli Suku Anak Dalam (SAD) Kabupaten Merangin. Menurut dia, SAD yang berada di Desa Lantak Seribu sudah pulang dari melangun.

"Lebaran kemarin sudah pulang semua," kata Daryanto, Senin (8/6).

Pengakuan mereka, kata Daryanto, puluhan warga SAD tersebut melangun dari satu tempat ke tempat lain, mereka berdiam diri di hutan dan perkebunan warga.

Untuk bertahan hidup, mereka masih mengandalkan berburu.

Fachrori Ajak Para Petinggi Jadi Contoh di Tengah Pandemi: Protokol Kesehatan Harus Jadi Budaya

Iming-imingi Korban Uang 50 Ribu Kakek 70 Tahun Lepaskan Nafsu Bejatnya, 8 Remaja Diduga Jadi Korban

Pilkada di Tengah Pandemi, KPU Tanjab Barat Ajukan Tambahan Anggaran Rp 4,29 Miliar

"Lokasinya di sekitar 12 KM dari perkampungan. Seperti di Desa Pulau Bayur, Selango, Kecamatan Pamenang Selatan. Desa Rantau Gedang Kecamatan Batin 8 Sarolangun," imbuhnya.

Dia membenarkan jika puluhan SAD tersebut melangun karena takut akan Corona. Namun demikian, selama mereka Melangun, rumah yang dibuat oleh pemerintah itu sesekali dikunjunginya untuk melihat kondisinya pascaditinggalkan. Karena dianggap sudah aman, akhirnya mereka pulang.

"Mereka sangat takut sekali dengan yang namanya penyakit menular, makanya mereka melangun," pungkasnya. (*)

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved