Masih Ada yang Rusak, Kementrian PUPR Segera Tuntaskan Pembangunan Ruas Jalan Nasional Jambi-Sabak
Seperti ruas jalan masional yang melintasi kawasan hutan tanaman produksi PT Wirakarya Sakti (WKS).
Penulis: Zulkipli | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
"Hasil kajian desain di kawasan hutan PT WKS diharapkan akan mulai dilaksanakan melalui kontrak tahun jamak (MYC) yang diperkirakan akan dimulai pada bulan Juli 2020, sehingga diharapkan 2021 pemasalahan pada segmen tersebut akan tuntas," ujarnya.
Menjelang dimulainya kontrak, Kementerian PUPR melakukan penanganan sementara dengan mengerahkan alat berat seperti motor grader untuk meratakan dan merapikan jalan yang bergelombang dan memasang rambu peringatan agar pengendara lebih berhati-hati ketika melintasi kawasan tersebut.
Penanganan sementara tersebut tidak akan bertahan lama, terlebih lagi kondisi hujan lebat, dan truk dengan angkutan berat akan mempercepat kerusakan jalan secara berulang, sehingga upaya tersebut perlu dilakukan secara berkala sebagai cara untuk menjaga jalan tetap fungsional.
Selain menangani segmen rusak berat pada kawasan hutan PT WKS, rencana kontrak tahun jamak juga akan menangani segmen rusak berat dan rusak ringan lainnya, sehingga diharapkan ruas Jalan Nasional Batanghari II - Zona Lima - Muara Sabak sepanjang 61,8 km di akhir tahun 2021 dalam kondisi mantap.
Menjelang dimulainya kontrak, beberapa lokasi kerusakan jalan yang merupakan titik-titik rawan kecelakaan (blackspot) seperti di Tanjung Batu, Simpang Talang Babat, Parit Culum, Simpang Rumah Sakit, telah dilakukan penanganan sementara dengan penambalan material batu (aggregate) yang dilapisi dengan lapis resap pengikat (Prime Coat Aspal).
"Walaupun penanganan tersebut belum dapat dilakukan secara menyeluruh, upaya-upaya sederhana seperti pemasangan rambu hati-hati diharapkan akan membantu mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melintasi segmen jalan yang mengalami kerusakan," pungkasnya.