Lebih dari 10.000 Orang Ditangkap saat Protes Pembunuhan George Floyd

Kerusuhan di AS setelah kematian pria kulit hitam di Minnesota masih berlanjut. Dikutip dari Al Jazeera, lebih dari 10.000 orang telah ditangkap

Editor: Rahimin
AP/Hennepin County Sheriffs Office via Kompas.com
Dari kiri, Derek Chauvin, J Alexander Kueng, Thomas Lane, dan Tou Thao. Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua atas George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah ditahan olehnya dan petugas kepolisian Minneapolis lainnya pada 25 Mei. Ada pun Kueng, Lane, dan Thao dituduh membantu dan bersekongkol dengan Chauvin. 

TRIBUNJAMBI.CO - Kerusuhan di AS setelah ke

Ustaz Yusuf Mansur Dituntut 5 Orang Mengaku Investor Sebesar Rp 5 Miliar

Selamat Datang Wira, Anak Burung Garuda Baru Menetas yang Ditemukan Petugas TNGHS

WFH di Pemprov Jambi Berakhir, ASN Ngantor Lagi Mulai Hari Ini

matian pria kulit hitam di Minnesota masih berlanjut. Dikutip dari Al Jazeera, lebih dari 10.000 orang telah ditangkap dalam protes tersebut.

Sebagaiamana diketahui, kematian George Floyd, pria tak bersenjata yang tewas di tangan polisi mengguncang AS, protes di berbagai wilayah meletus.

Setelah kematian George Floyd, empat petugas polisi Minneapolis, Minnesota yang terlibat dalam kematian Floyd telah didakwa.

Mereka yakni, Derek Chauvin, yang menindih leher George Floyd dengan lututnya, didakwa dengan pembunuhan tingkat dua.

Derek Chauvin juga mengahadapi tuduhan percobaan pembunuhan tingkat dua.

Tiga anggota polisi lainnya juga dituduh membantu dan bersekongkol dengan pembunuhan dan percobaan pembunuhan tingkat dua.

Terkait kerusuhan yang terjadi di AS, Presiden Donald Trumo ditegur mantan Menteri Pertahannya, James Mattis. James Mattis mengatakan, dia sedang mencoba menabur perpecahan.

Rainey A Backues saat hendak memecahkan kaca sebuah bangunan, ketika ikut demonstrasi kematian George Floyd yang berlangsung ricuh di Philadelphia, Amerika Serikat, Senin (1/6/2020).(Instagram @rainsfordthegreat)
Rainey A Backues saat hendak memecahkan kaca sebuah bangunan, ketika ikut demonstrasi kematian George Floyd yang berlangsung ricuh di Philadelphia, Amerika Serikat, Senin (1/6/2020).(Instagram @rainsfordthegreat) (instagram)

Secara terpisah, Kepala Pertahanan Trump saat ini, Mark Esper, mengatakan, ia menentang ancaman Trump untuk mengirim militer guna memadamkan kerusuhan tersebut.

Di tempat lain, beberapa kota besar mengurangi atau memberlakukan jam malam selama beberapa hari terakhir.

Ketika protes kematian George Floyd berlanjut, polisi dengan pakaian anti huru-hara 'menyerang' kerumunan, sekira 1.000 pengunjuk rasa yang menentang jam malam lokal di New York Brooklyn.

Meski pun secara damai, para demonstran dan wartawan dipukuli saat mereka bergegas mencari perlindungan di tengah hujan lebat.

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rusuh di AS: Lebih dari 10.000 Orang Ditangkap saat Protes Pembunuhan George Floyd

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved