Bansos Beras

TEGA Gara-gara Bansos Beras 30 Kilogram, Ketua RT Tampar Nenek Usia 70 Tahun, Begini Kejadiannya

Tak terima diteriaki maling, ketua RT di Bogor akhirnya menampar nenek usia 70 tahun.Kejadian tersebut bermula dari Bansos berupa beras sebanyak 30 kg

Editor: rida
ist
Seorang nenek bernama Arni (70) mendapatkan perlakuan kasar dari penyalur bansos yang tak lain adalah ketua RT, keduanya pun didamaikan oleh pihak kepolisian di Kampung Harapan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/5/2020). (Dok Istimewa via Kompas.com) 

TRIBUNJAMBI.COM - Tak terima diteriaki maling, ketua RT di Bogor akhirnya menampar nenek usia 70 tahun.

Kejadian nenek 70 tahun ditampar Ketua RT tersebut bermula dari bantuan sosial atau Bansos berupa beras sebanyak 30 kg. 

Kini, permasalahan antara nenek 70 tahun dengan Ketua RT tersebut  berakhir dengan mediasi. 

Ilustrasi - Heboh Nenek 70 Tahun Ditampar Ketua RT, Berawal Dari Bansos Beras 30 kg hingga Berakhir Mediasi
Ilustrasi - Heboh Nenek 70 Tahun Ditampar Ketua RT, Berawal Dari Bansos Beras 30 kg hingga Berakhir Mediasi (Google)

Kejadian nenek 70 tahun ditampat Ketua RT  itu terjadi di balai desa, Kampung Harapan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Begini Strategi Jitu Ruben Onsu Kelola Bisnis Ayam Geprek Agar Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Kiprah Edi Dharma di Dunia Kartun Something Worthwhile Menangkan Kompetisi Internasional di Rumania

Beraksi Sendirian, Pencuri Mobil Ini Berhasil Bawa Kabur Mobil Oerasional Rumah Makan di Lampung

Melansir dari Kompas.com dalam berita berjudul, "Nenek Asal Bogor Dianiaya Ketua RT gara-gara Bansos, Ini Kronologinya", kejadian penganiayaan yang melibatkan seorang nenek dan Ketua RT  itu berawal dari pemberian bantuan sosial atau  bansos. 

Kejadian tersebut terjadi pada hari Kamis, (28/5/2020) sekitar pukul 13.00 WIB. 

Anak dari nenek yang diketahui bernama Arni (70), Naih (48) membenarkan jika sang ibu menjadi korban penganiayaan oleh Ketua RT.

"Awalnya dapat informasi (penganiayaan) itu dan sorenya saya langsung datang ke lokasi," ucap anak nenek Arni, Naih (48), Selasa (2/6/2020).

Naih menjelaskan bahwa ibunya mengalami penganiyaan dari pria bernama Asep Supriyadi yang merupakan Ketua RT02/RW07 Desa Sukamaju.

BREAKING NEWS Pasien Positif Covid Provinsi Jambi Bertambah 2 Orang

Nilai Investasi di Provinsi Jambi Triwulan I Tahun Ini Capai Rp 1,117 Triliun

Ikut Audisi Pencarian Bakat di Amerika, Vebrie Verona Akan Bawakan Lagu Mendiang Didi Kempot

Mulanya, kata dia, bansos yang bersumber dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak sesuai harapan si nenek yang seharusnya mendapat 30 kilogram.

Awalnya nenek marah karena bansos beras dipotong

Akibatnya, ketua RT itu menjadi sasaran kemarahan si nenek yang menganggap penyaluran bansos berupa beras dari bupati itu tidak adil.

"Awalnya sih tentang bansos beras yang dari bupati, per 30 kg tapi cuman dikasihnya 1 karung (15 kg). dipotong setengahnya. emang sih yang dapat bukan ibu saya tapi anak (adik saya) tinggal masih satu rumah satu KK," bebernya.

Walikota Jambi Lelepas dan Beri Hadiah Dua Pasien Anak yang Sembuh dari Covid-19

Lebih-lebih, lanjut dia, nenek Arni juga dijanjikan bantuan uang tunai dengan alasan hanya mendapat bansos 15 kilogram (Kg).

Nenek Arni tak tahan menunggu janji itu hingga akhirnya ditagih ke balai desa. Namun, saat ditagih, ketua RT itu malah berbuat kasar terhadap nenek Arni.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved