Breaking News:

Berita Tanjab Barat

Laporan Kasus Pembangunan Pamsimas Bernilai Ratusan Juta Teluk Kulbi Nyangkut di Kejari Tanjabbar

Hal inilah yang menjadi pertanyaan sejumlah masyarakat terkait dengan perencanaan pembangunan Pamsimas.

Tribunjambi/Samsul Bahri
Pamsimas di Desa Teluk Kulbi, Kabupaten Tanjabbar 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Pembangunan Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjabbar masih dipertanyakan.

Pembangunan yang dilakukan pada pertengahan 2018 tersebut memang telah selesai. Informasi yang diterima memang pembangunan Pamsimas tersebut sempat tidak beroperasi atau mengalir lebih kurang sampai satu tahun.

Hal inilah yang menjadi pertanyaan sejumlah masyarakat terkait dengan perencanaan pembangunan Pamsimas.

Korban Cabut Laporan, Youtuber Ferdian Paleka Cs Dinyatakan Bebas dari Penjara!

Songsong New Normal Life, Wako AJB Kembali Datangi Pasar

Tindak Lanjut Kejari Tanjabbar Atas Laporan Kasus Pamsimas di Desa Teluk Kulbi Tak Ada Kejelasan

Meskipun memang informasi terakhir air tersebut telah mengalir ke sejumlah rumah masyarakat di Desa Teluk Kulbi. Sejumlah masyarakat masih mempertanyakan laporan yang telah dilaporkan ke Kejari Tanjabbar.

Hal ini disampaikan oleh Andi seorang warga yang telah melaporkan kejadian tersebut pada Oktober 2019 lalu. Pembangunan proyek Pamsimas tersebut dimulai dari perencanaan tahun 2017 dan selesai di tahun 2018.

"Hampir satu tahun air tidak mengalir dan ini kita pertanyakan. Kenapa proyek yang direncanakan cukup lama jeda waktunya bisa tidak optimal. Setelah kita laporkan ke Kejaksaan, beberapa bulan berikutnya baru dapat info air sudah mengalir," terangnya, Kamis (4/6/2020).

Kata Andi ada banyak dugaan dari pembangunan Pamsimas tersebut. Mulai dari pembentukan Kelompok Kelolah Masyarakat (KKM) yang di manipulasi karena tidak ada rapat pembahasan dan juga pihak kades tidak mengetahui adanya KKM. Selain itu, pembentukan KKM juga di duga memanipulasi daftar hadir bayangan.

"Daftar hadir itu ada tanda tangan masyarakat, sementara masyarakat tidak ada tanda tangan itu. Termasuk ada nama Sekdesnya, yang juga kita tanyakan sekdes tidak tahu, bahkan di catatan Sekdes tidak ada agenda rapat pembentukan KKM," ungkap Andi.

Persolaan dugaan-dugaan ini pun telah disampaikan kepada pihak Kejaksaan Negeri Tanjabbar melalui Kasi Intel Kejari Tanjabbar, Arnol Saputra. Hal ini lantaran pihaknya mempercayai pihak Kejaksaan untuk mengusut dan membuka dugaan pihaknya.

Sebelumnya sudah ada disiarkan bahwa pihaknya dalam melapor disambut oleh Arnol. Dalam kesempatan tersebut juga Arnol menyebutkan bahwa pihaknya akan mempelajari dulu berkas tersebut dan akan dikonfirmasikan dengan pihak- pihak terkait.

"Sudah dari Oktober kita laporkan. Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan, katanya mau ngajak kita untuk turun ke lapangan, tapi sampai sekarang tidak ada ajakan itu. Kita juga tidak tahu sampai mana prosesnya," ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa pembangunan Pamsimas tersebut menggunakan dana sekitar Rp 240 juta merupakan dana dari Asian Developer Bank dunia. Sementara kasus ini sudah di laporkan kepada pihak Kejari namun tidak ada perkembangan yang berarti.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved