Breaking News:

Rocky Gerung Sebut New Normal Didramatisasi: Narasi Baru dari Istana untuk Menutupi Beberapa Soal!

Menurut Rocky Gerung, frasa New Normal memang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang sebenarnya belum normal.

Editor: Tommy Kurniawan
Instagram Tribun Bali
Rocky Gerung dan Jokowi 

TRIBUNJAMBI.COM - Kebijakan new normal kini terus dipersiapkan oleh pemerintah ditengah wabah Corona.

Namun tak sedikit kebijakan new normal ini mendapatkan kritikan pedas dari beberapa pihak.

Pengamat Politik, Rocky Gerung memberikan tanggapan terkait ramainya penerapan New Normal di tengah pandemi Virus Corona.

Pemerintah akan mengambil langkah new normal untuk menyikapi penyebaran Corona yang disebut akan terus berlangsung sebelum vaksinya ditemukan.

PSBB Jilid Dua, Pemkot Palembang Pastikan Siswa Belum Masuk Sekolah Pada 15 Juni 2020

Fakta Mencengangkan Virus Ebola, Berasal dari Hewan Liar hingga Menular dari Manusia ke Manusia

Seorang Anak Rekam Perbuatan Ayahnya Sering Aniaya Sang Ibu, Hanya Gara-gara Uang Belanja

Todongkan Senjata saat Lakukan Aksi Begal, Komplotan Remaja Ini Akui Uangnya Untuk Beli Rokok

Dilansir TribunWow.com, Rocky Gerung menilai wacana new normal yang akan diambil oleh pemerintah sebagai bentuk dramatisasi.

Hal ini disampaikan Rocky Gerung dalam tayangan Youtube pribadinya Rocky Gerung Official, Senin (1/6/2020).

Menurut Rocky Gerung, frasa new normal memang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang sebenarnya belum normal.

"Mestinya disebut aja udah normal lagi," sambungnya.

"Jadi istilah New Normal itu kan semacam pleonasme dari mereka yang ingin melihat sesuatu yang dramatis," ujar Rocky.

Rocky Gerung lantas menyebut bahwa New Normal merupakan sikap dramatisasi dari pemerintah dalam menyikapi kasus Corona.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved