Kerusuhan di Amerika
Siapa Sebenarnya Antifa? Donald Trump akan Masukkan Ini sebagai Daftar Teroris
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan dia akan memasukkan kelompok Antifa ( anti-fasis ) sebagai teroris.
TRIBUNJAMBI.COM, WASHINGTON DC - Nama Antifa muncul dan menjadi pembicaraan santer dalam kerusuhan di Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan dia akan memasukkan kelompok Antifa ( anti-fasis ) sebagai teroris.
Pernyataan itu terjadi setelah AS dihantam demonstrasi besar di 30 kota, buntut kematian seorang pria kulit hitam bernama George Floyd.
Pengumuman Trump itu terjadi setelah demonstrasi memrotes kematian George Floyd, dan juga kabar kebrutalan polisi lainnya, berakhir dengan kerusuhan.
Tanpa menyertakan bukti, sang presiden dan beberapa pembantunya, termasuk Jaksa Agung William Barr, menyalahkan kelompok Antifa.
Siapa sebenarnya Antifa?
• Narni Andriani (20) Diculik & Disekap Pria Bermobil, Sempat Telepon, Begini Kondisinya Sekarang
• Ada Apa dengan Kalender Juni 2020, Mengapa Banyak Shio yang Beruntung Dapat Rezeki
• Siapa Sebenarnya George Floyd? Kematiannya Sebabkan Kerusuhan Besar di Amerika Serikat
Antifa atau akronim dari anti-fasis, merupakan payung dari pergerakan sayap kiri ekstrem tanpa adanya kepemimpinan yang pasti.
Kelompok itu menentang ideologi sayap kanan ekstrem, di mana mereka melawan neo-Nazi atau kelompok supremasi kulit putih dalam setiap aksinya.
Melansir wikipedia, Gerakan Antifa merupakan sebuah sejumlah kelompok otonom sayap kiri dan anti-fasis militan di Amerika Serikat.
Fitur utama dari kelompok-kelompok antifa adalah pemakaian aksi langsung mereka, dengan konflik yang timbul di dunia maya dan kehidupan nyata.
Mereka mengadakan berbagai taktik protes, yang meliputi kegiatan digital, pengrusakan properti, kekerasan fisik, dan serangan terhadap orang yang mereka anggap fasis, rasis atau sayap kanan jauh.
Para aktivis yang terlibat dalam gerakan tersebut merupakan anti-kapitalis dan memegang beragam ideologi, khususnya sayap kiri.
Mereka meliputi anarkis, sosialis dan komunis bersama dengan beberapa liberal dan sosial demokrat.
Fokus mereka adalah melawan ideologi sayap kanan jauh dan supremasi kulit putih secara langsung, ketimbang lewat cara pemilihan umum.
Disebut sebagai penghasut
Dilansir Al Jazeera Minggu (31/5/2020), Gedung Putih menyebut kelompok itu sebagai "penghasut" karena memimpin protes di sejumlah tempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/pengunjuk-rasa-meluapkan-amarahnya-kepada-petugas-nypd-dalam-aksi-unjuk-rasa-black-lives-matt.jpg)