Selasa, 7 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kerusuhan di Amerika

Siapa Sebenarnya Antifa? Donald Trump akan Masukkan Ini sebagai Daftar Teroris

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan dia akan memasukkan kelompok Antifa ( anti-fasis ) sebagai teroris.

Editor: Duanto AS
AFP/JOHANNES EISELE (AFP/JOHANNES EISELE)
Pengunjuk rasa meluapkan amarahnya kepada petugas NYPD dalam aksi unjuk rasa 'Black Lives Matter' di kota New York, Kamis (28/5/2020). Amerika Serikat dilanda kerusuhan hebat, pasca meninggalnya George Floyd akibat kehabisan nafas, setelah lehernya ditindih seorang petugas Polisi Minneapolis dalam sebuah penangkapan. 

TRIBUNJAMBI.COM, WASHINGTON DC - Nama Antifa muncul dan menjadi pembicaraan santer dalam kerusuhan di Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan dia akan memasukkan kelompok Antifa ( anti-fasis ) sebagai teroris.

Pernyataan itu terjadi setelah AS dihantam demonstrasi besar di 30 kota, buntut kematian seorang pria kulit hitam bernama George Floyd.

Para pengunjuk rasa berkumpul di depan sebuah toko bir yang telah terbakar di dekat Kantor Polisi pada 28 Mei 2020 di Minneapolis, Minnesota, selama protes atas kematian George Floyd, setelah seorang petugas polisi menginjak lehernya.
Para pengunjuk rasa berkumpul di depan sebuah toko bir yang telah terbakar di dekat Kantor Polisi pada 28 Mei 2020 di Minneapolis, Minnesota, selama protes atas kematian George Floyd, setelah seorang petugas polisi menginjak lehernya. (AFP/tribunnews.com)

Pengumuman Trump itu terjadi setelah demonstrasi memrotes kematian George Floyd, dan juga kabar kebrutalan polisi lainnya, berakhir dengan kerusuhan.

Tanpa menyertakan bukti, sang presiden dan beberapa pembantunya, termasuk Jaksa Agung William Barr, menyalahkan kelompok Antifa.

Siapa sebenarnya Antifa?

Narni Andriani (20) Diculik & Disekap Pria Bermobil, Sempat Telepon, Begini Kondisinya Sekarang

Ada Apa dengan Kalender Juni 2020, Mengapa Banyak Shio yang Beruntung Dapat Rezeki

Siapa Sebenarnya George Floyd? Kematiannya Sebabkan Kerusuhan Besar di Amerika Serikat

Antifa atau akronim dari anti-fasis, merupakan payung dari pergerakan sayap kiri ekstrem tanpa adanya kepemimpinan yang pasti.

Kelompok itu menentang ideologi sayap kanan ekstrem, di mana mereka melawan neo-Nazi atau kelompok supremasi kulit putih dalam setiap aksinya.

Melansir wikipedia, Gerakan Antifa merupakan sebuah sejumlah kelompok otonom sayap kiri dan anti-fasis militan di Amerika Serikat.

Fitur utama dari kelompok-kelompok antifa adalah pemakaian aksi langsung mereka, dengan konflik yang timbul di dunia maya dan kehidupan nyata.

Mereka mengadakan berbagai taktik protes, yang meliputi kegiatan digital, pengrusakan properti, kekerasan fisik, dan serangan terhadap orang yang mereka anggap fasis, rasis atau sayap kanan jauh.

Para aktivis yang terlibat dalam gerakan tersebut merupakan anti-kapitalis dan memegang beragam ideologi, khususnya sayap kiri.

Mereka meliputi anarkis, sosialis dan komunis bersama dengan beberapa liberal dan sosial demokrat.

Fokus mereka adalah melawan ideologi sayap kanan jauh dan supremasi kulit putih secara langsung, ketimbang lewat cara pemilihan umum.

Disebut sebagai penghasut
Dilansir Al Jazeera Minggu (31/5/2020), Gedung Putih menyebut kelompok itu sebagai "penghasut" karena memimpin protes di sejumlah tempat.

Pengunjuk rasa setelah kematian George Floyd. Di sejumlah negara bagian di Amerika, demonstrasi berubah jadi kerusuhan
Pengunjuk rasa setelah kematian George Floyd. Di sejumlah negara bagian di Amerika, demonstrasi berubah jadi kerusuhan (AFP via BBC))
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved