Sejarah Indonesia

Alex Kawilarang Tampar Soeharto Gegara Telepon Soekarno, Begini Nasibnya Saat Pak Harto Jadi RI 1

Alex Kawilarang Tampar Soeharto Gegara Telepon Soekarno, Begini Nasibnya Saat Pak Harto Jadi RI 1

soeharto.co
Presiden Soeharto 

TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Soeharto pernah harus menahan sakit dan malu karena tamparan keras di pipinya dari sosok Alex Kawilarang.

Ya, memang benar tak banyak yang dapat terungkap di masa-masa lampau saat pemerintahan Indonesia masih dipimpin oleh ir Soekarno sebagai presiden pertama Indonesia.

Seperti kisah-kisah Kopassus yang selalu ada saja kisah yang menggemparkan di balik sepak terjangnya.

Kopassus sendiri merupakan kesatuan elit dalam jajaran militer Indonesia.

Syoknya Tentara Australia yang Sebelumnya Arogan Saat Tahu Kualifikasi Korps Baret Jingga TNI AU

Deretan Artis Cantik Indonesia Bertubuh Mungil yang Ternyata Tinggi Badannya Tak Sampai 155 Cm

8 FAKTA Postingan Lambang PKI di Tanjab Barat, Mengapa Akun Itu Cantumkan Lokasi WFC

Ternyata Sosok Ini di Balik Wajah Patung Pancoran, Soekarno Minta Langsung Pria Ini Jadi Modelnya

Siapa Sebenarnya Akun @banguntidurtidurlagi yang Posting Lambang PKI? TNI-Polri Selidiki

Sejarah pendirian Kopassus juga diwarnai dengan berbagai dinamika negeri ini.

Awalnya pada bulan Juli 1950 timbul pemberontakan di Maluku yang dilakukan oleh simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS).

Mengetahui hal itu kemudian pihak pemerintah mengirim bala tentara untuk menumpas pemberontakan tersebut.

Sedangkan komandan operasi lapangan dipegang oleh Letkol Slamet Riyadi.

Operasi penumpasan RMS ini berhasil dilaksanakan.

4 Orang Berpeluang Maju Pilpres 2024, Yunarto Wijaya Ingatkan Sosok Ini Untuk Menahan Diri & Legowo

Inilah Isi Tulisan dan Lambang PKI yang Bikin Heboh Warga Tanjab Barat, Ada Simbol Agama

Terungkap Penyesalan Krisdayanti Usai Menjadi Anggota DPR, Istri Raul Lemos Sebut Soal Sorotan

Nia Ramadhani Dimarahi Ardi Bakrie Karena Foya-foya Membeli Barang Ini: Mending Borong Makanan

Akan tetapi banyak serdadu Indonesia yang tewas dalam pertempuran tersebut.

Gara-gara inilah Letkol Slamet Riyadi berinisiatif membentuk sebuah kesatuan khusus terdiri dari kelompok pasukan kecil yang bisa bergerak cepat dan efektif.

Malang tak dapat ditolak, sebelum cita-citanya membentuk kesatuan khusus tercapai, Letkol Slamet Riyadi keburu gugur dalam suatu pertempuran.

Kemudian cita-cita Letkol Slamet Riyadi diteruskan oleh A.E Kawilarang.

Namun Kawilarang juga bingung untuk merumuskan apa dan bagaimana kesatuan khusus itu dibentuk.

Untungnya ia bertemu dengan seorang mantan Kapten 'Kompeni' KNIL Belanda, Rokus Bernardus Visser.

Visser juga pernah mengenyam pendidikan pasukan khusus Belanda, yakni Korps Speciale Troopen (KST).

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved