Khawatir Krisis Air Bersih, FPBH Dukung Pemkab Bungo Berantas PETI
Forum Peduli Bungo Hijau (FPBH) bersama Bupati Bungo Mashuri, menggelar apat bersama tokoh masyarakat Kabupaten Bungo serta mahasiswa membahas PETI.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Maraknya aktivitas penambang emas tanpa ijin (PETI) di Kabupaten Bungo belakangan ini membuat sejumlah pihak bergerak untuk memberantasnya.
Terlebih permasalahan PETI yang terjadi di Dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Jambi beberapa waktu lalu sempat membuat Kapolsek Pelepat mengalami luka tusuk.
Terkait hal itu, Hasan Ibrahim selaku ketua Forum Peduli Bungo Hijau (FPBH) bersama Bupati Bungo Mashuri, menggelar apat bersama tokoh masyarakat Kabupaten Bungo serta mahasiswa.
Pada kesempatan itu, Hasan Ibrahim menyampaikan bahwa forum tersebut terbentuk beberapa minggu lalu di Kantor BPBD Kesbangpol.
• Kerinci Ditunjuk Menjadi Pilot Project Penerapan New Normal, Ini Kata Bupati Adirozal
• Satu Pedagang Pasar Atas Sarolangun Reaktif Covid-19 Saat Rapid Test
• Dandim 0419/Tanjab Dukung Pola New Normal oleh Pemerintah Pusat
Sehingga pertemuan dengan Bupati Bungo, Mashuri merupakan pertemuan pertama dan berharap dapat membuahkan hasil dalam penuntasan pemberantasan PETI. Sebab menurutnya jika hal tersebut dibiarkan maka berdampak pada sulitnya mendapatkan air bersih.
Dia berharap kedepannya antara pemerintah dan FPBH dapat berkomitmen untuk memberantas peti yang ada di sepanjang Kabupaten Bungo.
"Selagi kita benar-benar dengan niat hati kita yang tulus untuk bersama memberantas peti di sepanjang aliran sungai di Kabupaten Bungo," ungkap Hasan Ibrahim.
Demi mewujudkan dan mendapatkan dukungan dalam pemberantasan PETI tersebut, FPBH akan berdiskusi juga dengan Kapolres, Dandim 0416/Bute serta unsur Forkopimda untuk bersama-bersama melestarikan alam kekayaan Bungo.
Sementara itu Bupati Bungo Mashuri mengungkapkan beberapa waktu lalu pihaknya mendapatkan surat dari FPBH untuk sama sama berkomitmen memberantas PETI.
Dengan hal itu pula Mashuri menyampaikan apresiasi atas keinginan FPBH terkait permasalahan PETI di Kabupaten Bungo.
"Kami sangat senang dengan adanya niat tulus dan ikhlas bagaimana kita dapat melestarikan sumber sumber daya hayati yang tidak ternilai harganya yang akan kita wariskan dengan anak cucu kita," ujarnya.
"Sudah kita sepakati hari ini, kita sudah sama-sama mengetahui bahwa beberapa waktu yang lalu terjadi insiden sampai saat ini berlanjut ke proses hukum," katanya lagi.
Dengan adanya penghadangan terhadap aparat namun di sisi lain kita belum melihat ada pelaku-pelaku PETI juga yang ditindaklanjuti yang dijadikan tersangka.
• Polres Bungo Tetapkan 11 Tersangka Bentrok dan Pengadangan Penertiban PETI
• VIDEO Detik-detik Bangunan di Pesisir Selatan Gunung Kidul Dihantam Gelombang Laut
"Tentu ini perlu kita dorong bersama agar memang bukan hanya masyarakat saja yang mendapat dampak tetapi orang yang berbuat yang akan masalahnya juga harus mendapatkan tindakan yang setimpal," cetus Mashuri.
Menurut Mashuri, FPBH dapat menjadi mitra pemerintah secara bersama-sama untuk mencari solusi dan memberantas PETI yang ada di Kabupaten Bungo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/pemkab-bubgo-bahas-peti.jpg)