Breaking News:

New Normal dan Persiapan Jambi

Kerinci Ditunjuk Menjadi Pilot Project Penerapan New Normal, Ini Kata Bupati Adirozal

Hal itu disampaikan oleh Bupati Kerinci, Adirozal saat ditemui sejumlah wartawan, Kamis (28/5/2020).

IST
Bupati Kerinci Adirozal dan Wabup Ami Taher. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kabupaten Kerinci ditunjuk sebagai salah satu pilot project untuk penerapan new normal. Saat ini Pemkab Kerinci masih mempelajari langkah-langkah yang akan diambil kedepannya.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Kerinci, Adirozal saat ditemui sejumlah wartawan, Kamis (28/5/2020).

Ia membenarkan, bahwa Pemerintah Pusat dan Provinsi Jambi menunjukkan Kabupaten Kerinci sebagai new normal menghadapi wabah virus corona (Covid-19). Dimana saat ini Kerinci tidak ada penambahan yang terkena Covid-19.

Download Lagu MP3 DJ Remix Full Bass Nonstop, Ada Video Terpopuler DJ Opus, DJ Slow DJ dan Tik Tok

BPS Akui Sensus Penduduk Online di Sarolangun Belum Maksimal, Pandu: Angkanya Baru 5,8 Persen

Puluhan Turis yang Pesta Miras di Badung, Bali, Dibubarkan Satpol PP, Penyewa Vila Diusir Pemiliknya

"Sekarang yang positif tidak ada, PDP juga tidak ada dan ODP tinggal 30 orang," ungkap Bupati.

"Mungkin dengan tidak adanya penambahan dan positif virus corona di Kerinci sudah nol, makanya pusat menunjuk Kerinci sebagai new normal.
Ini bukan usulan Pemprov Jambi tetapi ditunjuk langsung oleh Pemerintah Pusat," tambah Adirozal.

Lebih lanjut Bupati Adirozal menuturkan, dengan penetapan dari pemerintah pusat ini tentunya semua komponen mengucapkan terima kasih. Berkat kerjasama selama ini dan edukasi yang baik ke masyarakat. Maka di satu sisi masyarakat memiliki imunitas meningkat, kepercayaan diri meningkat dan keimanan juga meningkat tentunya.

"New normal ini tidak serta merta semuanya dibuka tetapi ada tahapannya, kemungkinan Sekolah adalah termasuk yang terakhir. Karena kita beririsan dengan Kota Sungai Penuh, anak-anak kita ada yang sekolah di Kota Sungai Penuh, guru-guru kita juga ada yang dari Kota Sungai Penuh, maka apabila nanti kondisinua sudah betul-betul normal baru kita buka semuanya," beber Bupati Adirozal.

Bupati Kerinci dua periode ini mengungkapkan, bahwa saat ini Pemkab Kerinci masih mempelajari langkah-langkah seperti apa yang akan diambil dalam penerapan new normal.

"Kita masih mempelajarinya, juga masih menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Jangan nantinya menjadi bumerang, setelah kita menerapkan new normal, justru itu malah tumbuh virusnya," kata Bupati Adirozal.

Ia menjelaskan, untuk menerapkan new normal tersebut mesti bertahap. Sehingga akhirnya masyarakat bisa kembali hidup normal.

"Yang jelas tentu bertahap, dimana masyarakat kita upayakan untuk hidup normal serpeti biasa. Artinya tetap melakukan segala aktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan penanganan Covid-19," jelas Bupati Adirozal.

"Sepertinya apa yang sudah kita lakukan selama ini, tampaknya menjadi perhatian Pemerintah Pusat dan Pemprov Jambi, bahwa kebersamaan kita di Kabupaten Kerinci, baik Forkopimda, tokoh masyarakat, ulama, pemuda, media, gugus tugas dan relawan memang betul-betul sudah bekerja dengan efektif dan baik," tutupnya.

Berkaitan dengan Pariwisata, ditambahkan Mantan Wakil Walikota Padang Panjang ini, bahwa Pariwisata bukan hanya objek wisata saja. Maka hotel harus dibuka, kuliner tetap jalan, sektor lain juga serta pemerintah harus tetap jalan, tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan.

"Masjid-masjid harus tetap dibuka, Salat Jumat tetap dilaksanakan di masjid, jangan sampai Covid-19 selesai, iman kita juga selesai, tentu hal ini tidak kita inginkan. Inshaallah dengan do'a dan upaya kita bersama Kabupaten Kerinci akan kembali menjadi normal," tutup Adirozal.

Penulis: heru
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved