Kasus Covid-19 Menurun? Jangan Senang Dulu, Ini Peringatan Keras dari WHO, Ada Potensi Puncak Kedua!

Negara-negara yang kasus positif infeksi virus corona (Covid-19) sudah menurun tampaknya belum bisa bernafas lega. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) m

Editor: rida
Shutterstock
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona 

TRIBUNJAMBI.COM- Negara-negara yang kasus positif infeksi virus corona (Covid-19) sudah menurun tampaknya belum bisa bernafas lega.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan adanya potensi ''puncak kedua'' kasus covid-19 yang akan dialami.

Apalagi terlalu cepat untuk mencabut atau melonggarkan pembatasan atau lockdown di negaranya.

Hal itu disampaikan Kepala Program Darurat Kesehatan WHO Mike Ryan, pada Senin (25/5/2020) waktu setempat.

Agar Berat Badan Tetap Ideal Setelah Lebaran, Makanan dan Minuman Ini Bisa Bantu Bakar Lemak

Kocak, Anak Singapura Ini Terkejut dan Menangis saat Diberi Kejutan McD, Kenapa ya?

Jenazah Almarhumah Sofia Joesoef akan Dilepas Secara Protokol Pemkab Batanghari

"Dunia masih di tengah gelombang pertama wabah virus corona," ujar Mike Ryan dalam konferensi pers virtual, seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Selasa (26/5/2020).

Menurut WHO, di banyak negara, kasus-kasus menurun sebenarnya masih akan meningkat di Amerika Tengah dan Selatan, Asia Selatan dan Afrika.

Ini Daftar Harga Sembako Pemantauan Disperindag Provinsi Jambi di Tiga Pasar di Kota Jambi

Hari Pertama Kerja, Bupati Merangin Sidak ke OPD Pelayanan Publik

Selain Nasi Putih dan Pisang, Ini Makanan Sehat yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Saat Sarapan

Kata Mike Ryan, epidemi sering datang bergelombang. Itu berarti, wabah bisa datang kembali akhir tahun ini di negara-negara yang pada gelombang pertama telah surut.

WHO memprediksi, tingkat infeksi Covid-19 bisa naik lagi lebih cepat, jika langkah-langkah pembatasan atau lockdown terlalu cepat dicabut.

"Ketika kita berbicara tentang gelombang kedua secara klasik apa yang sering kita maksudkan adalah akan ada gelombang pertama penyakit dengan sendirinya, dan kemudian kembali muncul pada bulan-bulan kemudian. Dan itu mungkin menjadi kenyataan bagi banyak negara dalam beberapa bulan mendatang," jelas Mike Ryan.

Siap-siap, Demi Tertibkan PSBB Presiden Jokowi Kerahkan TNI-POLRI

VIDEO VIRAL Penampakan Patung Nyi Roro Kidul di Karang Pantai Water Blow Gegerkan Warga Bali

CATAT! 60 Mall di DKI Ini Siap Dibuka 5 Juni 2020, PSBB di Jakarta hanya Sampai 4 Juni

VIDEO Menunjukkan Diri, M Nuh Diarak Oleh Warga

"Tapi kita perlu juga untuk menyadari fakta bahwa penyakit ini dapat melonjak setiap saat. Kita tidak bisa membuat asumsi, hanya karena penyakit ini turun sekarang, itu berarti akan terus turun dan kita perlu bersiap-siap untuk gelombang kedua beberapa bulan mendatang. Mungkin kita akan mendapatkan puncak kedua dalam gelombang ini," kata Mike Ryan.

Lebih jauh ia mengingatkan, negara-negara di Eropa dan Amerika Utara harus "terus menempatkan aturan pembatasan dan social distancing, pengawasan, pengujian dan strategi yang komprehensif untuk memastikan tidak segera menghadapi puncak kedua."

Banyak negara Eropa dan Amerika Serikat telah mengambil langkah dalam beberapa minggu terakhir untuk mencabut lockdown yang membatasi penyebaran penyakit ini. (Reuters/Channel News Asia)

Artikel ini telah terbit di tribunnews.com dengan judul WHO Ingatkan Adanya ''Puncak Kedua'' di Negara-negara yang Mengalami Penurunan Covid-19 https://m.tribunnews.com/corona/2020/05/26/who-ingatkan-adanya-puncak-kedua-di-negara-negara-yang-mengalami-penurunan-covid-19

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved