Virus Corona

Pakar UGM Sebut Virus Corona Terus Bermutasi, Jadi Tantangan Para Ahli Mengembangkan Vaksin

Pakar UGM Sebut Virus Corona Terus Bermutasi, Jadi Tantangan Para Ahli Mengembangkan Vaksin

STR/AFP/China OUT
Ilustrasi Ilmuwan kembangkan vaksin virus corona 

TRIBUNJAMBI.COM - Wabah virus corona hingga kini masih menyebar di berbagai negara-negara di dunia.

Sejumlah peneliti, ilmuwan hingga para ahli lainnya berlomba-lomba mencari dan membuat obat serta vaksin untuk menghentikan virus itu.

Akan tetapi, menurut beberapa ahli, virus ini terus bermutasi dan membuat para ilmuwan semakin kewalahan untuk menemukan obatnya.

Seperti yang disampaikan oleh Pakar Penyakit Dalam Spesialis Paru-Paru (Internis Pulmonologist) FKKMK UGM, dr. Sumardi, Sp.PD,KP., FINASIM., menyampaikan bahwa virus corona baru ini terus bermutasi dengan cepat.

Lihat Pakaian Dalam Perawat dibalik APD, Pasien Bersemangat, Tak Ingin Mati, Alasannya Karena Gerah

Ariel NOAH Sudah Temukan Pengganti Luna Maya dan Sophia? Rencana Pernikahan Sang Vokalis Disinggung

Saksikan Konser Raya dari Rumah Rajut Kemenangan #LebaranDariRumah Bersama Dompet Dhuafa Malam Ini

Ilustrasi Covid-19 atau virus corona
Ilustrasi Covid-19 atau virus corona (Freepik)

Mutasi terjadi ketika virus mereplikasikan diri di dalam sel dan menyalin kode genetiknya.

Tribunjambi.com melansir dari situs resmi Universitas Gajah Mada di ugm.ac.id Virus corona jenis baru ini merupakan virus RNA.

Virus RNA yaitu strain yang saat bertemu dengan inang dapat membuat salinan baru yang bisa terus menginfeksi sel lain.

“Materi genetik Covid-19 adalah RNA dan asam aminonya terus berubah dan mutasi. Berbeda dengan virus DNA yang tidak lebih rentan terhadap perubahan,” jelasnya saat dihubungi Jumat (22/5).

Dia menyebutkan bahwa mutasi virus merupakan siklus yang biasa terjadi dalam evolusi virus.

Namun, mutasi ini akan mengubah tingkat keparahan penyakit yang disebabkannya. Virus yang telah bermutasi biasanya lebih kuat dibandingkan dengan sebelumnya.

71 Ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H yang Bisa Dibagikan, Meski Lebaran 2020 di Tengah Pandemi

Download Lagu MP3 Takbiran Online dari Mawardi Harland, Sholat Idhul Fitri s/d Salam Perdamaian

Tanggal Berapa Lebaran 2020? Sidang Isbat Digelar Hari Ini, LAPAN Prediksi Seragam Pada 24 Mei 2020

Kondisi tersebut berpengaruh pada pengembangan vaksin Covid-19. Sebab, virus terus saja bermutasi dari waktu ke waktu yang mengubah perilakunya dalam menginfeksi.

Hal itu sama dengan yang terjadi seperti dalam pengembangan vaksin HIV.

Hingga saat ini belum ada hasil pengembangan vaksin yang bisa mencegah penyebaran virus HIV karena terus bermutasi.

Halaman
12
Penulis: ekoprasetyo
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved