Dampak Sosial yang Timbul dari Tren Beli Baju Baru Ditengah Pandemi Covid-19, Begini Penjelasannya

Tren membeli baju lebaran pada masa pandemi corona virus disease (Covid-19) memberikan dampak sosial pada masyarakat.

Tribunjambi/Ade Setyawati
Warga Jambi tetap berburu baju lebaran meski lagi pandemi corona. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tren membeli baju lebaran pada masa pandemi corona virus disease (Covid-19) memberikan dampak sosial pada masyarakat. Pengamat sosial sekaligus akademisi UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, Arfan Aziz, SThI, MSoc.Sc, PhD, berpandangan saat ini sebagian masyarakat terdampak secara ekonomi. Sehingga, walaupun ada peningkatan daya beli, yang membeli barang-barang baru tersebut sebagian kecil saja.

Namun, tradisi ini bisa dipandang dalam dua sisi.

"Secara makro sosiologi, tindakan berbelanja di saat yang lain lapar menunjukkan berkurangnya kepekaan dan solidaritas sosial," jelasnya, Sabtu (16/5/2020).

"Namun secara mikro sosiologi (case by case) belanja yang dilakukan mungkin sebagai upaya membantu usaha kecil untuk tetap memperoleh pendapatan atau sebagai semacam wahana hiburan sosial bagi anak-anak keluarga kelas menengah ke bawah yang sudah lama tidak berbaju baru. Jadi harus jelas dulu siapa yang berbelanja dan dalam konteks apa," ulas Wakil Dekan II Fakultas Dakwah UIN STS Jambi ini.

Tiga Anak-anak di Jambi Positif Corona, Kasus Positif Corona Bertambah 10 Orang, Ini Identitasnya

Pilkada Serentak Ditengah Pandemi Corona, KPU Siapkan Langkah Adaptasi

Penertiban PKL Talang Banjar Kembali Ricuh, Seorang Pedagang Kena Pukul Petugas

Jika yang terjadi adalah show up barang baru secara sengaja oleh kelas menengah ke atas, maka memberi dampak sosial yang tidak baik.

Dia mengatakan, tindakan tersebut, jika dilakukan pada masa mayoritas merasakan keperihan ekonomi akibat pandemi, justru menambah rasa frustasi dan pesimisme. Dampak lanjutan yang berpotensi terjadi, suatu waktu dapat menjadi balas dendam kelas sosial.

"Kita tentu tidak ingin Ramadan yang mengajarkan solidaritas sosial malah pada ujung bulannya terjadi frustasi sosial dan balas dendam kelas," dia menekankan.

Sebaliknya, dia berharap daya belanja yang ada harus digunakan untuk menolong yang lain yang membutuhkan.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved