Penertiban PKL Talang Banjar Kembali Ricuh, Seorang Pedagang Kena Pukul Petugas

Penertiban pedagang kaki lima di kawasan Pasar Baru, Talang Banjar kembali diwarnai kericuhan antara petugas Satpol PP Kota Jambi dengan pedagang.

Tribunjambi/Aryo
Korban Monica terbaring di rumahnya setelah jadi korban pemukulan petugas saat kericuhan terjadi di Pasar Talang Banjar. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Baru, Talang Banjar kembali diwarnai kericuhan antara petugas Satpol PP Kota Jambi dengan sejumlah pedagang pada Sabtu (16/5) sekira pukul 16.00 WIB.

Febiana Kristin, satu diantara pedagang yang berada di lokasi menuturkan, aksi kericuhan tersebut berawal saat petugas Satpol PP Kota Jambi mengangkut barang dagangan mereka, sempat terjadi cekcok mulut, hingga akhirnya kericuhan pecah.

Febiana menuturkan, dirinya beserta sejumlah pedagang lainnya nekat berjualan di seputaran jalan, menuju ke dalam lokasi Pasar Rakyat Talang Banjar lantaran telah diizinkan oleh sejumlah petugas Satpol PP.

KPK Minta Aset Kabupaten Kerinci Segera Diserahkan ke Pemkot Sungai Penuh.

Pemkot Jambi Terima 1.072 Bantuan Sembako dari Sinsen untuk PHL

Lagi, Fachrori Salurkan Bantuan Pangan Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

"Kami kan jualan bukan di pinggiran jalan besar lagi, tapi sudah masuk dalam kawasan pasar, itu juga lantaran di dalam tidak ada tempat lagi," kata Febiana pada Sabtu (16/5) pukul 18.00 wib.

"Jadi jam 09.00 pagi saya bilang, jangan gusur kami pak, terus ada anggota Satpol PP ngizinin dan bilang, karena kalian tidak ada tempat, saya kasi dispensai, tapi tiba-tiba kok malah digusur," imbuhnya.

Akibat dari kericuhan tersebut, seorang wanita bernama Monica mengaku menjadi sasaran pemukulan sejumlah petugas saat berada di lokasi.

"Sudah seperti bukan manusia kami bang, cewek saja sampe mereka pukulin ha, sampe gak bisa ngapa-ngapain," kata Febiana. Tidak hanya itu, dirinya juga turut menjadi sasaran pemukulan dari petugas.

Saat ini, Monica, korban pemukulan tersebut belum bisa memberi keterangan lantaran masih terbaring dirumahnya. Sementara itu, Febiana mengaku telah membuat laporan kepihak Kepolisian Resor Kota Jambi.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Jambi Timur, IPTU Hasmi mengatakan, kericuhan tersebut berawal lantaran kesalah pahaman antara pedagang dan petugas Satpol PP, dia menambahkan, atas kejadian tersebut, kedua belah pihak telah diarahkan ke Polresta Jambi, dia mengatakan, anggotanya hanya melakukan pengamanan saat kericuhan terjadi.

"Kalau terkait dengan kericuhan itu, telah diarahkan ke Polresta, dan kita hanya melakukan pengamanan di lokasi ketika kejadian," kata Hasmi pada Sabtu (16/5) malam.

Hingga berita ini diterbitkan, Tribunjambi.com belum bisa mengkonfirmasi pihak petugas Satpol PP terkait kronologis kericuhan tersebut.

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved