Virus Corona

Warga Ini Kesal Pukuli Tenaga Medis yang sedang Sosialisai Corona, Ternyata Ini Jadi Penyebabnya

Warga Ini Kesal Pukuli Tenaga Medis yang sedang Sosialisai Corona, Ternyata Ini Jadi Penyebabnya

net
Ilustrasi Pemukulan 

TRIBUNJAMBI.COM, MANGGARAI - Merasa sangat kesal bukan main, warga berinisial N setelah tahu hasil rapid test istrinya tersebar diduga disebar oleh tenaga medis.

Tak senang hasil rapid test istrinya tersebar membuat warga pukuli tenaga medis

Polisi masih mendalami kasus pemukulan terhadap petugas medis di UPTD Puskesmas Wae Nekeng, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (13/5/2020).

Ada yang Minat? Wanita Cantik Ini Tawarkan Rp1 Miliar ke Pria Manapun Untuk Bisa Jadi Pacarnya

Banyak yang Protes, Pemerintahan Jokowi Persilahkan Masyarakat Gugat Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Kompas.com dan Tribunnews.com Serahkan Donasi Pembaca Setianya ke 3.728 Keluarga Terdampak Covid-19

Bedanya Pendapat Rangga Azof dan Mischa Chandrawinata soal Haico Van Der Veken, Satunya Sebut Cerdas

Dugaan awal, pelaku kesal karena informasi tentang hasil rapid test virus corona istrinya beredar luas di aplikasi pesan instan, WhatsApp.

"Iya betul, karena pesan WhatsApp terkait istri korban reaktif hasil rapid test, hasil tes itu tidak disangka beredar luas," kata Kapolsek Lembor Ipda Yoga Darma Sutanto saat dihubungi Kompas.com, Jumat (15/5/2020).

Yoga belum mengetahui asal usul pesan berantai yang memuat informasi hasil rapid test virus corona istri pelaku itu.

Saat ini, kata dia, polisi masih mendalami kasus pemukulan yang dilakukan pelaku.

"Kita fokus ke pemukulan, karena sesuai laporan korban," kata dia.

Polisi telah memeriksa dua saksi dalam kasus pemukulan tersebut.

Jadwal Imsakiyah & Buka Puasa Untuk Wilayah Provinsi Jambi Hari Ini, Jumat 13 Mei 2020

Terancam Hukuman Mati, KPK Ingatkan Gubernur Bupati Wali Kota di Jambi Tak Korupsi Dana Covid-19

Lama Tak Tampak, Shakira Putri dari Denada Ternyata Berganti Nama, Ini Nama Barunya & Kesehariannya

Inilah 8 Nenek Cantik yang Menolak Tua, Usianya dari 53 hingga 70 Tahun, Kulitnya Masih Kencang

Polisi juga akan meminta keterangan Kepala Puskesmas Wae Nekang yang berada di lokasi saat pemukulan terjadi.

"Hasilnya belum kita bisa kita kasih tahu. Intinya saksi hanya melihat kejadian pemukulan," jelas Yoga.

Sebelumnya diberitakan, HJ, seorang petugas medis di UPTD Puskesmas Wae Nakeng dipukul seorang warga berinisial N pada Rabu (13/5/2020).

HJ dipukul di UPTD Puskesmas Wae Nakeng sekitar pukul 13.50 WITA. Petugas medis tersebut mengaku tak tahu alasan warga berinisial N itu memukulinya. 

Sebelum dipukul, HJ mengaku, N menuduhnya sebagai dalang keresahan masyarakat di tengah pandemi virus corona baru atau Covid-19.

"Saya bersama ibu kepala puskesmas masih membuat laporan, tiba-tiba N datang dengan emosi dan mengatakan saya dalang pembuat keresahan di tengah masyarakat saat Covid-19," kata HJ saat dihubungi Kompas.com, Kamis.

BREAKING NEWS Tambah 3 Orang, Positif Corona di Provinsi Jambi 15 Mei 2020 Jadi 69 Orang

Mbah Mijan Ramalkan Akan Ada Sepasang Artis yang Susul Roy Kiyoshi Tertangkap kasus Narkoba, Siapa?

Daring Jadi Pilihan Terakhir Siswa di Saat Pandemi Covid-19

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Pemukulan Petugas Medis, Pelaku Diduga Kesal Hasil Rapid Test Istri Tersebar"

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Alasan Warga Pukuli Tenaga Medis Sedang Sosialisasi Corona, Kesal Hasil Rapid Test Istri Tersebar

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved