Virus Corona
VIDEO Pasien Positif Covid-19 di Bogor Berobat ke Dukun, Dukun Berstatus ODP
"Pas kita ke sana, ternyata mereka kaget dan pengakuannya sudah 2 hari di sana, berbaur dengan warga yang sedang berobat ke dukun, ada sekitar 10...
TRIBUNJAMBI.COM - Gara-gara pasien positif virus corona berobat ke seorang dukun, sebelas orang di Bogor, Jawa Barat berstatus sebagai orang dalam pemantauan Covid-19.
Salah satunya adalah dukun yang mengobati pasien tersebut.
Kejadian ini bermula saat seorang ibu berinisial E yang terkonfirmasi positif virus corona datang untuk berobat ke dukun tersebut.
Awalnya bergejala TBC
Peristiwa bermula dari seorang ibu berinisial E.
• Selisih Paham di Facebook, Warga Dusun Lubuk Landai Bentrok dengan Dusun Candi
• Begini Isi fatwa MUI Soal Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19,
• Cerita Penjahit di Pasar Tingkat saat Ramadan, Mencari Rezeki di Tengah Pandemi
Pasien E sebelumnya sudah sempat dirawat di rumah sakit karena berpenyakit seperti TBC.
"Awalnya dia ke rumah sakit untuk berobat karena sakit TBC.
Karena selama dirawat tidak ada perbaikan yang signifikan, ditambah lagi ekonominya, akhirnya dia ke dukun," ucap Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Puskesmas Sukamakmur Teguh Yudiana.
Karena E juga mengalami demam dan sesak napas, maka E juga harus mengikuti rapid test dengan hasil reaktif.
Namun karena hasil tes swab polymerase chain reaction (PCR) belum keluar, perempuan asal Desa Balekambang, Kecamatan Jonggol ini minta dipulangkan.
Beberapa hari kemudian, hasil tes swab keluar dan E dinyatakan positif.
Namun saat dijemput petugas, pihak keluarga menolak.
"Pihak RS dan puskesmas koordinasi untuk jemput lagi pasien ini.
Ditelepon juga sudah, tapi dia menolak untuk dirawat atau isolasi kembali," ucap Teguh.
Pilih berobat ke dukun daripada dokter
Saat dicari di rumahnya kembali, E dan keluarganya tidak ada di rumah.