VIDEO Harun Masiku Dikabarkan Meninggal, MAKI Beberkan Analisisnya: Tidak Bisa Dilacak, Sama Sekali

Dalam kasus ini, Wahu Setiawan diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDIP Harun Masiku sebeagi anggota DPR terpilih melalui...

TRIBUNJAMBI.COM - Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Masiku dikabarkan meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Masyarakat Antikorupsi (MAKI), Boyamin Saiman di acara Aiman Kompas TV, Senin (11/5/2020).

Bonyamin menegaskan, soal kabar meninggalnya Harun Masiku itu berdasarkan analisisnya.

"Ini hanya berdasarkan suatu yang sifatnya analisis saja," kata Bonyamin, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube KompasTV.

Heboh Penemuan Mayat Pria di Sungai Batang Merao, Ternyata Korban Sempat Pamit Pergi Memancing

Tips dari Kiswanto Bagaimana Melaksanakan Pembelajaran Daring

Warga Usia 45 Tahun Kebawah Diizinkan Kembali Beraktivitas di Tengah Wabah, Ini Kata Kapala BNPB

Menurut Boyamin, analisis itu muncul setelah pihaknya mengaku bisa melacak buronan KPK yang lain, yakni Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi.

Namun, untuk Harun Masiku, pihaknya sama sekali tidak bisa melacak dan mendapatkan informasi apapun.

"Nurhadi itu hampir tiap minggu bahkan seminggu ada dua kali empat klaster informan datang ke saya untuk memberitahu tentang hartanya."

"Tentang transaksi keuangannya, bahkan ada yang memberikan foto rekeningnya, tapi saya enggak buka rekeningnya karena rahasia bank."

"Nah untuk Harun Masiku ini sama sekali blank," papar Boyamin.

Boyamin mengungkapkan, informasi terakhir yang ia dapatkan mengenai Harun Masiku sudah tiga hingga enam bulan yang lalu.

Halaman
123
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved