Ratusan Guru Honorer di Kabupaten Muarojambi Mengeluhkan Lima Bulan Insentif Tak Dibayar
Kurang lebih, katanya sebanyak 600 orang guru honorer SD di Kabupaten Muarojambi yang belum dibayar insentifnya.
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Guru honorer di Kabupaten Muarojambi semakin meradang, pasalnya sulitnya ekonomi di tengah wabah virus corona, insentif mereka hingga lima bulan terakhir belum dibayarkan.
Salah satu tenaga honorer yang tinggal di Kelurahan Sengeti, Erma mengaku sangat mengeluhkan dengan keadaan ini. Sulitnya ekonomi saat ini, malah honor mereka tak kunjung dibayarkan.
"Honor kami lima bulan belum dibayar bang, padahal itulah harapan kami, apalagi sebentar lagi nak lebaran. Apa penyebabnya, mohonlah segera dibayarkan," sebut Erma dengan nada kecewa, Senin (11/5/2020).
• China Berang Setelah Tahu Selandia Baru Nyatakan Sikap Dukung Partisan Taiwan di WHO
• Pemkot Jambi Siapkan 30.000 Bantuan Jaring Pengaman Sosial
• Imbas Corona, Omzet Penjual Kue Kering di Kota Jambi Turun Hingga 60 persen
Kurang lebih, katanya sebanyak 600 orang guru honorer SD di Kabupaten Muarojambi yang belum dibayar insentifnya.
"Insentif guru honorer kami sebesar Rp 600 ribu per bulan, sudah lima bulan hingga kini belum dibayar, kami juga tidak tahu apa masalahnya," ungkap Erma.
Anggota DPRD Muarojambi Komisi I membidangi pendidikan, Ulil Amri saat dikonfirmasi mengaku kecewa dengan informasi tersebut, seharusnya gaji para honorer tersebut harus diprioritaskan.
"Guru honorer itukan, cuma itu yang diharapkannya, jadi harus segera dibayarkan, jangan sampai ditunda, apalagi sebentar lagi menghadapi lebaran," katanya.
Lanjutnya, semestinya semua sistem itu berjalan seperti biasa, wabah Covid-19 ini jangan dijadikan alasan penundaan gaji dan insentif pada guru honorer.
"Seharusnya, Bupati Muarojambi ambil tindakan tegas soal ini, karena inikan menyangkut hajat orang banyak," tegasnya. (Hasbi Sabirin)