Mulai Masuk Bagasi Bus, Toilet hingga Naik Truk Jadi Modus Baru Penyelundupan Pemudik

Menariknya, selain mobil pribadi yang banyak mecoba-coba untuk nekat mudik, tidak jarang bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan travel yang juga men

Editor: Suci Rahayu PK
Dokumentasi Pribadi/TWITTER
Untuk menghindari razia yang digelar aparat selama PSBB, mereka rela duduk di bagasi bus dengan ongkos Rp 450.000. Foto diambil di Terminal Bus Ciledug, Jumat (24/4/2020) siang. 

TRIBUNJAMBI.COM - Hingga enam hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2020, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat sudah ada 15.239 kendaraan yang mencoba mudik namun berhasil dihalau dan diminta putar balik.

Jumlah itu pun kini bertambah di hari ketujuh (30/4/2020).

Menurut Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri Kombes Benyamin, jumlah sudah mencapai 18.500-an pemudik yang berhadil diputar balik oleh kepolisian.

"Hari ketujuh tambah jadi 18.500-an, secara detail kurang lebih sama dengan keenam, kendaraan pribadi paling mendominasi," ucap Benyamin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/5/2020).

Untuk menghindari razia yang digelar aparat selama PSBB, mereka rela duduk di bagasi bus dengan ongkos Rp 450.000. Foto diambil di Terminal Bus Ciledug, Jumat (24/4/2020) siang.
Untuk menghindari razia yang digelar aparat selama PSBB, mereka rela duduk di bagasi bus dengan ongkos Rp 450.000. Foto diambil di Terminal Bus Ciledug, Jumat (24/4/2020) siang. (Dokumentasi Pribadi/TWITTER)

Penyelundupan

Menariknya, selain mobil pribadi yang banyak mecoba-coba untuk nekat mudik, tidak jarang bus antar kota antar provinsi ( AKAP ) dan travel yang juga mengadu nasib mencoba menyelundupkan pemudik ke kampung halaman.

20 Nasihat KH Maimun Zubair, dari Wali hingga Tanda-tanda Kiamat yang Bisa Dilihat

Diumumkan Sabtu 2 Mei 2020, Kelulusan Siswa SMA/SMK Lihat di Website atau Media Sosial Sekolah

Benyamin mengatakan, polisi yang berjaga di pos-pos penyekatan masih banyak menemui modus yang dilakukan mayarakat agar bisa balik ke kampung halaman.

Kebanyakan dilakukan dengan mengunakan travel, bus antar kota antar provinsi (AKAP), dan truk.

Untuk kasus di bus AKAP, Benyamin mengatakan biasanya untuk mengalabui polisi paling utama dilakukan dengan mematikan lampu kabin saat malam hari dan merebahkan bangku agar terlihat tidak ada penumpang.

Bahkan toilet dan bagasi yang ada pada sebagaian bus AKAP pun kerap digunakan bersembunyi pemudik.

Ilustrasi pengecekan truk yang diduga bawa pemudik
Ilustrasi pengecekan truk yang diduga bawa pemudik (NTMC)

Tujuannya agar penumpang tidak terlihat dari luar saat pemeriksaan dan bisa lolos dari pos pemeriksaan.

"Betul, yang model begitu juga ada beberapa kami temui baik pada penyekatan di tol atau pun arteri. Ini jadi upaya mereka kucing-kuncingan agar bisa lolos dan melanjutkan perjalanan ke kampung halaman," ucap Benyamin.

"Modus lain ada yang pakai truk, seolah-olah barang bawaan logistik tapi dalamnya orang dan kendaraan juga ada. Untuk mobil pribadi yang nekat, kebanyakan hanya sebatas usaha saja. Semua kita tindak dengan meminta putar balik ke tempat asal," kata dia.

Fakta Lengkap Surat Viral Takmir Masjid & Jemaah Akan Bongkar Masjid di Banyumas, Kecewa pada MUI

Bagaimana Hukumnya, Muslim yang Rajin Sedekah Namun Tidak Salat 5 Waktu?

Benyamin mengatakan, meski di tahap awal banyak yang berhasil, tapi bukan berarti langsung lolos begitu saja.

Pada beberapa daerah dan ruas tol lain juga sudah ada penyekatan yang dilakukan oleh kepolisian setempat, belum lagi di daerah tempat tujuan pemudik.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved