Mulai Masuk Bagasi Bus, Toilet hingga Naik Truk Jadi Modus Baru Penyelundupan Pemudik

Menariknya, selain mobil pribadi yang banyak mecoba-coba untuk nekat mudik, tidak jarang bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan travel yang juga men

Editor: Suci Rahayu PK
Dokumentasi Pribadi/TWITTER
Untuk menghindari razia yang digelar aparat selama PSBB, mereka rela duduk di bagasi bus dengan ongkos Rp 450.000. Foto diambil di Terminal Bus Ciledug, Jumat (24/4/2020) siang. 

Ragam Alasan Saat menanyakan asalannya, Benyamin mengatakan rata-rata pemudik yang nekat dengan cara-cara penyulundupan itu karena mereka rindu kampung halaman.

Sementara yang kedua karena memang diakibatkan faktor ekonomi yang dialami mereka selama pandemi corona.

"Kebanyakan karena sudah jadi kebiasaan mereka melakukan mudik saat Lebaran, ada juga keluarganya di daerah yang meminta mereka balik karena sudah kangen dan sebagainya," ujar Benyamin.

"Dorongan kondisi ekonomi juga jadi alasan kuat mereka tetap mudik dengan cara-cara tadi. Karena mereka sudah tidak bisa bekerja lagi sementara banyak tanggungan dan lain sebgainya di Jakarta, jadi mereka pilih balik," ujar Benyamin.

Hingga saat ini kepolisian terus mengetatkan penjagaan, mengenai maraknya bisnis penyelundupan mudik di beragam media sosial pun, kepolisian dikabarkan sudah membentuk tim patroli siber khusus.

"Patroli siber sudah gencarkan terkait banyak tawaran mengantar jasa mudik itu. Pelakunya bisa kami kenakan Undang-Undang ITE nanti," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ragam Cara Penyelundupan Pemudik, Masuk Bagasi sampai Toilet Bus", 
Penulis : Stanly Ravel
Editor : Azwar Ferdian

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved