Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Virus Corona

VIDEO Viral Pembagian Makanan Gratis Dilabeli 'Nasi Anjing'

Kejadian tersebut menjadi viral di media sosial, hingga berita ini diturunkan sudah 18 ribu lebih warga Twitter yang mencuitkan pandangannya...

Editor: Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM - Saat pandemi virus corona ini situasi kesehatan dan perekonomian masyarakat Indonesia sedang diuji.

Berbagai uluran bantuan terus disalurkan bagi warga terdampak Covid-19.

Baik itu berupa donasi dan bantuan dalam bentuk uang hingga sembako.

Namun, salah satu bentuk kepedulian yang dilakukan sebuah komunitas ini berujung pada kritik pedas.

Ini Daftar Wisata Religi di Jogja, Bisa Buat Tempat Refleksi Diri

Pasalnya niat baik yang dilakukan malah membuat salah paham ketika mereka membagikan nasi bungkus.

Kelompok tersebut membagikan nasi yang dilabeli "Nasi Anjing" untuk warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Minggu (26/4) dini hari.

Tak pelak penamaan ini membuat warga Warakas khawatir isinya makanan tak halal.

Kejadian tersebut menjadi viral di media sosial, hingga berita ini diturunkan sudah 18 ribu lebih warga Twitter yang mencuitkan pandangannya menggunakan tanda pagar "Nasi Anjing".

Sebagai informasi, di bungkusan nasi tersebut tertera stempel bergambar kepala anjing.

"Nasi Anjing. Nasi orang kecil, bersahabat dengan nasi kucing, #jakartatahanbanting," demikian kutipan yang tertera di pembungkus nasi.

Berbagai kritikan sontak melayang kepada pembagian nasi bungkus tersebut.

Menanggapinya, pihak komunitas pemberi bantuan pun akhirnya membuat sebuah video klarifikasi terkait nama yang diusung serta lauk-pauk yang disediakan.

Makanan & Minuman yang Sebaiknya Dikonsumsi saat Puasa, Kandungan Gizi hingga Tips Puasa Sehat

"Ini semua bahannya halal, dijamin," ungkap seorang pria berkacamata dalam video tersebut. "Kenapa ini dinamakan nasi anjing? Karena satu, anjing adalah binatang yang setia. Kita yang pertama setia pada Allah yang diatas, perlu setia sama pemerintah, perlu setia sama Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45."

"Dan porsinya lebih banyak daripada nasi kucing. Nasi ini memang bukan untuk (sekadar) mengenyangkan, tetapi untuk bertahan," imbuhnya. "Karena kita percaya ini waktunya Jakarta untuk tahan banting. Makanya kita harus bergerak sama-sama untuk masyarakat bawah."

Klarifikasi ini pun turut disampaikan oleh Polda Metro Jaya. Bahkan pihak kepolisian pun telah mempertemukan pemberi bantuan sosial dan warga Warakas yang merasa dilecehkan atas nasi bungkus tersebut.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved