Breaking News:

ODP Bandel yang Dikarantina di 'Rumah Hantu' Sragen Ngaku Diteror Makhluk Halus Tiap Malam

Baru beberapa hari menjalani karantina di rumah hantu, ketiga pemudik meminta dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Editor: Edmundus Duanto AS
TribunSolo.com/Istimewa
Bekas rumah dinas sinder atau mandor tebu bakal disulap menjadi lokasi karantina bagi orang dalam pemantauan (ODP) yang bandel di kompleks bekas Pabrik Gula Sido Wurung atau lebih dikenal dengan Kedoeng Banteng, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. 

Akhirnya, baru beberapa hari menjalani karantina di rumah hantu, ketiga pemudik meminta dipulangkan ke rumahnya masing-masing. 

TRIBUNJAMBI.COM, SRAGEN - Warga yang ngeyel keluyuran dan sedang menjalani karantina akhirnya dimasukkan ke rumah hantu.

Itu terjadi di Sragen, Jawa Tengah.

Di daerah itu, kebijakan ini diterapkan lantaran sejumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP), yakni pemudik ke daerah tersebut, malah keluyuran ketika harus isolasi mandiri.

Guru Besar Statistika UGM: Prediksi Pandemi Coron Reda Akhir Juli, Jika Nekat Mudik Maka Mundur

Link Nonton Streaming Drama Korea The World of The Married Episode 9 Sub Indonesia, Ada Sinopsisnya

Link Live Streaming Kompas TV Konser Amal Rhoma Irama Perjuangan dan Doa

Tiga orang pemudik yang sedang menjalani karantina di rumah 'hantu' Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 'menyerah' setelah mereka mengaku didatangi sosok hantu.

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock)

Mereka baru pulang mudik masing-masing dari Jakarta, Lampung dan Kalimantan.

Karena dianggap tidak tertib saat menjalani karantina mandiri di rumahnya masing-masing, ketiganya dijemput tim Satgas COVID-19 Desa Sepat untuk menjalani karantina di rumah hantu.

Baru beberapa hari menjalani karantina di rumah hantu, ketiga pemudik meminta dipulangkan ke rumahnya masing-masing. 

"Dua hari mereka nangis-nangis terus. Tiap malam malam katanya didatangi dan dibayang-bayangi hantu di rumah hantu," kata Mulyono, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/4/2020).

Setelah kejadian itu, orangtua para pemudik menemui Mulyono tiga kali memohon agar anaknya tersebut dapat menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

Mulyono tidak begitu saja mengabulkan permohonan mareka.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved