Mudik Lebaran 2020

Kisah Pemudik yang Dikarantina di Rumah Angker, Hal Mengejutkan Ini yang Terjadi

Nekat mudik lebaran 2020, tiga pemudik yang dikarantina di rumah angker, simak kisahnya di sini!

Editor: Heri Prihartono
net
Ilustrasi 

Tiga orang pemudik yang dikarantina di rumah angker tersebut alami hal mengejutkan.

Mereka kapok dan berjanji tidak melanggar aturan karantina mandiri.

Ini Identitas 3 Pasien Positif Corona Provinsi Jambi Hari Ini, Ketiganya Bagian Cluster Gowa Sulsel

Kepala Desa Sepat, Mulyono mengatakan, tiga pemudik itu sebelumnya pulang dari Jakarta, Kalimantan dan Lampung.

Namun karena tidak tertib, mereka dijemput Satgas Covid-19 Desa Sepat dan dikarantina di rumah hantu.

"Dua hari mereka nangis-nangis terus. Tiap malam malam katanya didatangi dan dibayang-bayangi hantu di rumah hantu," kata Mulyono, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/4/2020).

Setelah kejadian itu, orang tua pemudik memohon kepada kepala desa agar anak mereka bisa dikarantina di rumah.

Mulyono akhirnya mengabulkan permohonan itu dengan syarat orangtua harus mengawasi anaknya dengan ketat.

"Orangtuanya setuju untuk membantu dan mengawasi anaknya karantina mandiri di rumah akhirnya kita lepaskan dari rumah hantu," ujar dia.

Adapun rumah hantu yang digunakan untuk tempat karantina itu sebelumnya adalah gudang tas.

Sudah 10 tahun gudang tersebut dibiarkan kosong.

Mulyono berharap dengan adanya kejadian tersebut tidak ada lagi masyarakat yang bandel ketika dimintai melakukan karantina mandiri.

"Niat kita membuat rumah hantu ini adalah untuk karantina bagi pemudik yang bandel menjalani karantina mandiri di rumah," ungkap dia. Sumber: Kompas.com

(Penulis: Labib Zamani | Editor: Robertus Belarminus)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Nekat Mudik Diberi Sanksi

Masyarakat tak diperbolehkan mudik lebaran 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved