Di Tengah Pandemi Corona, Ketua Dewan Sungai Penuh Manfaatkan Waktu ke Ladang

Bulan suci Ramadhan dinanti-nantikan oleh semua umat muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Tribunjambi/Heru
Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, H Fajran bersama istri dan anaknya. 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Bulan suci Ramadhan dinanti-nantikan oleh semua umat muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Semua umat muslim pasti gembira menyambut bulan yang mulia ini, begitu juga dengan ketua DPRD Kota Sungai Penuh, H Fajran.

Pria asal Desa Permai Indah Kecamatan Koto Baru, Kota Sungai Penuh ini menyebutkan, bahwa bagi pemeluk agama Islam, Ramadhan adalah bulan dimana mereka diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Bulan suci ini juga merupakan momentum atau kesempatan dalam menambah pahala.

"Jelas sangat kita nanti-nantikan bulan penuh berkah ini," kata bapak tiga anak ini.

Namun sebutnya, Ramadhan kali ini berbeda dari ramadhan yang biasanya. Dimana, pada bulan suci ini, Indonesia bahkan dunia sedang menghadapi pandemi virus corona atau covid-19.

Tiga Warga Merangin Positif Corona, Al Haris Minta Warga Terbuka Ini Bukan Aib

70 Orang Dinyatakan Positif Covid-19, Gegara Gadis 22 Tahun Nekat Mudik, Kota Pun di Lockdown

Juara di Brunei, Lutfiatun Nisa Wakili Jambi di Ajang Kompetisi Indonesia Mengaji

"Sebagai umat Islam puasa wajib kita lakukan, tak kecuali saat pandemi virus corona yang terjadi saat ini," tegas alumni Faperta Unja.

Pada puasa kali ini ujarnya, dirinya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga. Dimana mulai dari pagi hingga malam dimanfatkannya dengan berbagai kegiatan.

"Saya tetap ke kantor, tapi hanya sebentar. Kecuali memang ada kegiatan yang penting," kata pria kelahiran 1977 ini.

Sebab sebagai wakil rakyat akunya, dirinya tetap harus menjalankan kewajibannya sebagai ketua DPRD Kota Sungai Penuh. Namun ia tetap menjaga kesehatan dengan meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari virus berbahaya tersebut.

"Kegiatan di kantor dilakukan tetap dengan protokol kesehatan yang benar tentunya," jelasnya.

Diungkapkannya, setelah pulang dari kantor dirinya memanfaatkan berbagai kegiatan lain dan istirahat di rumah. Sorenya dirinya memanfaatkan waktu bersama anak dan istrinya, seraya menunggu waktu berbuka.

"Tarwih saya berjamaah bersama keluarga di rumah. Setelah Tarwih kita mengaji (baca Alquran)," ucapnya.

Selain di rumah sebut suami dari Melyetti ini, ia juga memanfaatkan waktu untuk ke ke ladang. Bekerja di ladang saat ini sangat tepat, karena ujarnya, bisa menghindari dari kerumunan orang banyak.

"Di ladang hanya ada kita saja, jadi kontak dengan orang tidak begitu terjadi. Ini bisa menghindari dari penularan virus corona," ucap anak sulung dari tiga saudara.

Pria yang memiliki saudara kembar ini juga menyebutkan, bahwa selama menjalankan puasa tahun ini, tidak ada menu khusus yang dikonsumsinya. Sama seperti puasa sebelumnya dengan tetap sahur dan berbuka seperti orang pada umumnya.

"Sahur saya makan, berbuka paling dengan bahan atau kolak," ungkap anak dari Nahruddin alm dan ibu Zurida seraya tersenyum.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved