Virus Corona
Resmi! Jokowi Larang Mudik Lebaran 2020, Sesuai Data BIN, Mei Jadi Puncak Penyebaran Virus Corona
Resmi! Jokowi Larang Mudik Lebaran 2020, Sesuai Data BIN, Mei Jadi Puncak Penyebaran Virus Corona
TRIBUNJAMBI.COM - Dampak virus corona yang semakin meluas, Presiden Jokowi resmi mengeluarkan larangan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan mudik lebaran 2020.
Hal itu tentu saja untuk memutus rantai penularan virus corona yang sedang mewabah.
Wabah virus corona sendiri sudah diprediksi dari beberapa ahli dan tim pemerintah.
• Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Capai 2,6 Juta, Dengan Angka Kematian 177 Ribu
• Melihatnya Buat Berlinang Air Mata, Begini Cara Pemulung Ini Lindungi Anaknya dari Virus Corona
• Masuk Bulan ke 3, Harga Hasil Laut Nelayan di Tanjabtim Masih Merosot Akibat Dampak Corona
Prediksi periode puncak pandemi virus corona di Indonesia disebutkan akan dimulai pada awal Mei dan berakhir sekitar awal Juni.
Keterangan ini disampaikan oleh Ketua Tim Pakar Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia Wiku Adisasmito dalam konferensi pers pada 16 April lalu melalui akun Youtube Sekretariat Presiden.
Prediksi ini dikumpulkan dari penelitian yang dilakukan oleh berbagai pihak.
• Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Capai 2,6 Juta, Dengan Angka Kematian 177 Ribu
• Melihatnya Buat Berlinang Air Mata, Begini Cara Pemulung Ini Lindungi Anaknya dari Virus Corona
• Kepergok Mencuri Kotak Amal Masjid, Isi Tas Seorang Pria di Sukoharjo Bikin Petugas Kaget!
"Kami telah mereview dan mengombinasikan seluruh prediksi, puncak pandemi akan dimulai pada awal Mei dan berakhir sekitar awal Juni," tutur Wiku dikutip dari Kompas.com.
Adapun jumlah kumulatif kasus pada awal periode puncak yakni Mei diperkirakan sekitar 95.000 kasus.
Sedangkan pada Juni dan Juli, kasus kumulatif yang dikonfirmasi diperkirakan berjumlah sekitar 106.000 kasus.
• Dulu Sehari Berpenghasilan Rp100 Juta, Saipul Jamil Kini Jualan Kopi di Lapas Demi Menyambung Hidup
• Zakat Fitrah 2020 Sudah Disepakati Kemenag & MUI Tanjabbar, Ini Besaran Uang & beras yang Ditentukan
• Ada Apa dengan Foto Syahrini Kenakan Kebaya dan Pegang Cangkir, Netizen di Buat Merinding: Aura Aneh
"Namun, angka proyeksi tersebut bukan angka rigid. Kami melakukan upaya kolektif untuk memastikan prediksi tetaplah prediksi dan angka nyata akan menjadi lebih rendah dari prediksi tersebut," tambah Wiku.
Pada bulan Juli 2020, diperkirakan kasus Covid-19 di tanah air mencapai 106.287 kasus.
• Tidak Pulang-pulang, Warga Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh Dikabarkan Hilang saat Mandi di Sungai
• Cara Budidaya Rumput Laut, Kaya Vitamin & Nutrisi, Meningkatkan Kesehatan Jantung, Stabilkan Gula
Dalam data tersebut, dituliskan bahwa kasus Covid-19 akan mengalami peningkatan di akhir Maret sebanyak 1.577 kasus, akhir April sebanyak 27.307 kasus, lalu 95.451 kasus di akhir Mei, dan 105.765 kasus di akhir Juni.
Selain BIN, beberapa pihak juga telah melakukan proyeksi puncak pandemi wabah virus corona di Indonesia ini.
Di antaranya adalah Pusat Permodelan Matematikan dan Simulasi (P2MS) Institut Teknologi Bandung (ITB), Ilmuwan Pengenalan Pola dari Pemda DIY, Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Ilmuwan Matematika dair UNS hingga gabungan tim dari UGM.
• 150 Lagu Indonesia Terbaik 2009 Versi Majalah Rolling Stones Indonesia, Sakura,s/d Nuansa Bening
• Peruntungan 12 Zodiak Kamis (23/4) - Pisces Perlu Hati-hati, Cancer Penuh Emosional
Melansir Kompas.com (1/4/2020), mayoritas dari penelitian-penelitian tersebut bersumber dari data yang sama, yaitu data penambahan jumlah kasus penyebaran Covid-19 yang diperbarui harian oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Berdasarkan kurva eksponensial yang diperoleh dari penelitian-penelitian tersebut, dapat disimpulkan hal-hal berikut: