Virus Corona
Menhan Prabowo Dipuji Rizal Ramli di ILC saat Bahas COVID-19, Hemat Uang Negara Sekitar Rp50 Triliun
Menhan Prabowo Dipuji Rizal Ramli di ILC saat Bahas COVID-19, Hemat Uang Negara Sekitar Rp50 Triliun
TRIBUNJAMBI.COM - Di masa wabah virus corona yang mendera Indonesia saat ini membuat kinerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto jadi sorotan.
Siapa sangka meski jarang muncul dalam penanganan virus corona di Indonesia, Menhan Prabowo dipuji ekonom senior Rizal Ramli.
Prabowo Subianto telah berkontribusi dalam menghemat uang negara hingga Rp 50 triliun disebut Rizal Ramli.
Alasannya adalah Prabowo tidak mau menandatangani proyek pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang harganya sudah dinaikkan jauh melebihi harga asli.
Dilansir TribunWow.com, hal ini disampaikan Rizal Ramli saat menjadi nara sumber dalam tayangan Indonesia Lawyers Club, Selasa (21/4/2020) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Rizal Ramli menyinggung mengenai kondisi perekonomian Indonesia di tengah pandemi Virus Corona.
Ia sebagai menteri pertahanan bertanggung jawab proyek pembelian alutsista.
Ketika mendapati adanya pengajuan proyek yang anggarannya dibuat jauh melebihi harga asli barang, Prabowo dengan tegas menolak pengadaan tersebut.
"Terima kasih sedikit sama Prabowo, enggak kedengeran suaranya, tapi dia tidak tanda tangani semua proyek pembelian alutsista yang mark up-nya lebih dari 10 persen," ujar Rizal Ramli.
• Update Virus Corona 22 April 2020, Jambi Terkonfirmasi 13 Orang dan Sembuh 1 Orang
• Resmi! Jokowi Larang Mudik Lebaran 2020, Sesuai Data BIN, Mei Jadi Puncak Penyebaran Virus Corona
• (Urut-urutan) Prosedur Klaim BPJS Ketenagakerjaan yang Baru Selama Wabah Corona
Diketahui, total penghematan yang didapat dari tindakan Prabowo tersebut mencapai hingga 50 triliun rupiah.
"Itu dia menghemat sekitar 3,4 miliar dolar diem-diem, total Rp 50 triliun," sambungnya.
Rizal Ramli menyoroti adanya permainan oknum-oknum tertentu dalam proyek pengadaan alutsista.
Ia menyebutkan bahwa biasanya anggaran yang diajukan untuk membeli alutsista sudah di naikkan hingga ribuan bahkan ratusan persen dari harga barang.
Namun Prabowo dengan berani mengambil keputusan tegas dan menolak pengajuan proyek yang mengambil keuntungan lebih dari 10 persen.
"Karena biasanya mark up alutsista itu ratusan persen, ada yang ribuan persen, dia maksimum 10 persen. Di atas 10 persen dia enggak mau tanda tangan," ungkap Rizal Ramli.