Kantor Dinas Perkim Sungai Penuh Digeledah, Penyidik Kejari Bawa Dokumen hingga 4 Karung

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh, melakukan pengeledahan kantor Dinas Perkim Kota Sungai Penuh, Rabu (22/4).

Tribunjambi/Heru
Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh, melakukan pengeledahan kantor Dinas Perkim Kota Sungai Penuh, Rabu (22/4). 

TRIBUNJAMBI.COM,SUNGAIPENUH - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh, melakukan pengeledahan Kantor Dinas Perkim Kota Sungai Penuh, Rabu (22/4). Dari pengeledahan tersebut penyidik menyita sebanyak empat karung dokumen.

Informasi yang didapatkan pengeledahan dilakukan terkait penyidikan terhadap Dugaan kasus Korupsi Dinas Perkim Sungai Penuh dari tahun 2017 sampai tahun 2019.

Tim penyidik dari Kejaksaan Negeri yang memakai rompi Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi mendatanggi Dinas Perkim sekitar pukul 9.30 WIB. Mereka datang dikawal oleh anggota kepolisian.

1.700 Pedagang di Kota Jambi Kena Dampak Covid-19, Gunakan Modal untuk Tutupi Kebutuhan Hidup

Update Kasus Corona di Jambi 22 April 2020, Jumlah PDP di Provinsi Jambi Bertambah

Dua Kali Rapid Test Positif, Tiga Warga Sarolangun Dicurigai Terpapar Covid-19

Kepala Dinas Perkim Sungai Penuh, Nasrun dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Namun ia enggan berkomentar banyak terkait kasus apa hingga dilakukan pengeledahan oleh Kejaksaan tersebut.

"Ya, benar ada pengeledahan, tapi dokumen apa yang diambil dan terkait dengan kasus apa saya kurang tahu," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Sudarmanto menyebutkan pengeledahan dilakukan dari sekitar pukul 09.30-12.00 WIB.

"Ya, memang benar, kita penyidik Kejari Sungai Penuh telah melakukan pengeledahan Dinas Perkim tadi, ini untuk menyita dokumen, ada 4 karung tadi," ujarnya.

Pengeledahan tersebut terhadap dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Perkim dan Perumahan sungai Penuh tahun anggaran tahun 2017,2018 dan 2019.

Ditanya lebih rinci kasus yang diduga terjadi pelanggaran tindak korupsi ? Sudarmanto masih enggan untuk menyebutkan, karena pihaknya saat sedang dalam proses penyidikan.

"Macam lah, nanti kalau sudah lengkap, kita sampaikan nanti, seperti misalnya dari 10 kegiatan ditemukan 5 kegiatan melawan hukum, itu yang kita fokus nanti. SPJ fiktif masuk salah satunya," terangnya.

Lantas siapa saja yang sudah dimintai keterangan, kata Kasi Pidsus, hampir semua pihak yang terlibat di Dinas Perkim sudah dimintai keterangan saat penyelidikan.

"Tapi ditahap penyidikan ini belum ada kita mintai keterangan, karena kita sedang mengumpulkan dokumen tambahan, makanya kita melakukan pengeledahan," pungkasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved