Virus Corona di Jambi

Harga TBS di Provinsi Jambi Merangkak Naik di Tengah Wabah Corona

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi mulai membaik di tengah wabah Covid-19. Dalam beberapa minggu belakangan ini TBS mulai...

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/wsj.
Ilustrasi TBS 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi mulai membaik di tengah wabah Covid-19. Dalam beberapa minggu belakangan ini TBS mulai merangkak naik. Pada periode 17-23 April kedepan naik Rp 6.28 per kg atau menjadi Rp 1.758,67 per kg.

Pada periode Minggu ini, harga TBS usia 3 tahun Rp 1.384.50 per kilogram dari sebelumnya Rp 1.380.31 per kg usia 4 tahun Rp 1.467.12 per kg dari Rp 1.461.95 per kilogram, usia 5 tahun Rp 1.535.49 per kg dari harga Rp 1.530.13 per kg pada periode sebelumnya. Selanjutnya TBS usia tanam 6 tahun Rp 1.600.31 per kg dan usia 7 tahun Rp 1.640.82 per kg dari Rp 1.635.15 per kg.

Libur Sekolah di Kabupaten Sarolangun Kembali Ditambah

Lalu untuk TBS usia tanam 8 tahun Rp 1.674.72 per kg, usia 9 tahun Rp 1.708.33 per kg. Untuk usia tanam yang paling dianjurkan yakni 10-20 tahun dihargai Rp 1758.67 per kg dari Rp 1.752.39 per kg. Usia tanam 21-24 tahun Rp 1.704.10 per kg dan usia 25 tahun Rp 1.622.89 per kg dari Rp 1.616.76 per kg.

Selanjutnya, berdasarkan rilis harga yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, untuk Minggu ini harga Crude Palm Oil (CPO) Rp 8.115,83 per kg. Sedangkan inti Sawit Rp 4.389,27 per kg.

"Indeks K 87,65 persen, jadi kenaikan harga rata-rata TBS menurut umur tanaman sebesar Rp 5,63 per kg," ujar Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi Agusrizal, Minggu (19/4/2020).

VIDEO Tiga Tahanan Kejari Jakarta Selatan Positif Terinfeksi Corona

Dia juga mengatakan, kenaikan yang terjadi ini dikarenakan dipengaruhi oleh dolar. Selain itu, CPO digunakan sebagai bahan untuk pembuatan sabun.

"Selain itu, untuk sekarang kondisi karet, Kopi dan pinang mengalami penurunan drastis, hanya tiga komoditi itu memang sedang turun drastis sehingga terjadi pengurangan permintaan. Ditambah lagi kafe-kafe juga dibatasi bukanya. Tapi untuk kelapa sawit dan kelapa stabil," pungkasnya. (Fitri Amalia)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved