Virus Corona

Cerita ke UAS, Jusuf Kalla Sampaikan Kritik PSBB di DKI Jakarta, Sebut Tidak Ada Sanksi yang Tegas

Cerita ke UAS, Jusuf Kalla Sampaikan Kritik PSBB di DKI Jakarta, Sebut Tidak Ada Sanksi yang Tegas

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase TribunKaltim.co dan @ustadzabdulsomad_official
Kepada Ustadz Abdul Somad (UAS), Mantan Wapres RI Jusuf Kalla mengkritik penerapan PSBB di DKI Jakarta, karena belum ada sanksi tegas. 

"Apa kekhawatiran terdalam, Pak JK?" tanya UAS.

"Apabila penyelesaiannya lambat, akibatnya kepanikan masyarakat. Masalah sosial, orang menganggur, tidak kerja, kemiskinan yang banyak. Secara bersamaan ekonomi kita rusak, bisa mengakibatkan hal lain, perilaku masyarakat contohnya. Maka kita harus berupaya keras agar tidak menjalar jauh virus ini," jawabnya.

Selengkapnya simak tanya jawab Ustadz Abdul Somad bersama Jusuf Kalla melalui video di bawah ini:

Serukan adzan tetap berkumandang di Masjid

Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia ( DMI) Jusuf Kalla (JK) menyerukan agar seluruh Masjid tetap mengumandangkan adzan di tengah wabah Virus Corona.

Pernyataan itu juga disampaikan Jusuf Kalla saat meladeni tanya jawab dengan Ustadz Abdul Somad melalui siaran langsung di akun YouTube dan Facebook UAS, Selasa (14/4/2020) malam.

Awalnya, Ustadz Abdul Somad bertanya soal program Dewan Masjid Indonesia selama pandemi Virus Corona atau covid-19.

"Musim wabah Virus Corona ini apa saja program Dewan Masjid, pak?" tanya UAS melalui video call.

"Pertama Masjid harus bersih, sterilisasi karena bahaya Corona itu bisa melekat di mana-mana termasuk Masjid. Itu program pertama DMI di seluruh Indonesia," ungkap JK.

Campur Racun Tikus ke dalam Minuman Jus Cara Pelaku Ini Bunuh Korban untuk dapatkan Uang Rp 725 Juta

Daftar Harga Sembako Disperindag Provinsi Jambi Hari Ini, Harga Cabai Merah Turun Rp 2.000

Mengetahui Merebaknya Virus Corona di Jambi, Suku Anak Dalam di Sarolangun Pergi ke Hutan

Mantan Wakil Presiden RI itu mengatakan, setiap hari pengurus Masjid dianjurkan untuk membersihkan Masjid. Menyemprotkan cairan disinfektan hingga mengepel lantai.

Jusuf Kalla mengatakan, saat ini ada sekitar 300 ribu Masjid yang terdaftar di DMI.

Setiap hari, jumlah Masjid di Indonesia terus bertambah. Pihaknya berupaya agar Masjid-Masjid tersebut terdaftar di DMI.

"Masjid-Masjid ini mencakup semua segmen masyarakat, ada Masjid sekolah, Masjid kantor, Masjid di mal, begitu banyaknya Masjid di Indonesia. Karena itu, kita usahakan daftar per wilayah," ujarnya.

Ustadz Abdul Somad kemudian bertanya kendala apa yang dihadapi untuk menjaga kebersihan Masjid saat wabah Virus Corona.

Menurut Jusuf Kalla, kendala itu tidak terlalu banyak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved