Breaking News:

Virus Corona

Apa yang Dimaksud dengan 'Gelombang Kedua' Virus Corona di Indonesia yang Disampaikan Para Ahli?

Apa yang Dimaksud dengan 'Gelombang Kedua' Virus Corona di Indonesia yang Disampaikan Para Ahli?

dailymail.co.uk
Ilustrasi Ahli - Foto-foto dari dalam unit perawatan intensif di Rumah Sakit Zhongnan di Wuhan menunjukkan pekerja medis merawat pasien yang sakit kritis hari ini, 24 Januari 

TRIBUNJAMBI.COM - Sudah masuk bulan keempat sejak heboh pada awal tahun 2020.

Kini banyak istilah yang bermunculan di tengah pendemi Covid-19, salah satunya yaitu 'gelombang kedua'.

Beberapa waktu lalu, setelah kasus Covid-19 di China mereda, pun disebut-sebut tentang 'gelombang kedua'.

Sementara itu, belakangan, beberapa ahli mengatakan mengatakan bahwa Indonesia harus bersiap menyambut kedatangan gelombang kedua virus corona.

Lalu, apa itu gelombang kedua virus corona?

Tim Gugus Covid-19 Tanjabbar Bakal Lakukan Ini Jika Benar Pasien 05 Tanjabbar Positif Corona

Meski Corona Yunninta Tetap Rangkul Konstituen Via Jejaring Online

Pasien Berstatus PDP Corona di Tebo Meninggal Dunia, Sempat Dirawat Seminggu di Batanghari

Salah satu peneiliti yang mengungkapkan hal itu adalah Epidemiolog Indonesia kandidat doktor dari Griffith University Australia, Dicky Budiman.

Menurut Dicky, pandemi Covid-19 berpotensi memiliki beberapa gelombang serangan wabah, termasuk di Indonesia.

Dicky mengatakan, gelombang kedua virus corona adalah bila suatu wilayah telah mencapai puncak terkena virus corona, kemudian terjadi penurunan, setelah fase penurunan jumlah kasus tersebut terjadi lonjakan kasus lagi.

Adapun puncak kasus, kata Dicky, biasanya dihitung dengan attack rate di angka 3-10 persen penduduk merujuk data di Wuhan.

KPU Provinsi Jambi Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Penundaan Pilkada

BTS Bakal Konser Online, 3 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Menonton, Diantaranya Wajib Ada Ini

Kalah Dipersidangan, Ini Rincian Yang Harus Dibayar PT ATGA Akibat Kebakaran Gambut di Jambi

"Gelombang kedua biasanya menyerang hingga 90 persen penduduk yang belum terpapar tadi," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/4/2020).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved