Virus Corona di Jambi

43 Napi Lapas Klas IIB Muara Tebo Bebas Karena Covid-19, Ada Satu Perempuan

Sebanyak 43 warga binaan di Lapas Klas IIB Muaro Tebo dirumahkan di tengah wabah Covid -19. Satu di antaranya perempuan.

ist
Pihak Lapas Klas IIB Muara Tebo menyerahkan nama-nama warga binaan yang mendapatkan program asimilasi kepada pihak Balai Pemasyarakatan. 

TRIBUNJAMBI.COM, TEBO – Sebanyak 43 warga binaan di Lapas Klas IIB Muaro Tebo dirumahkan di tengah wabah Covid -19. Satu di antaranya perempuan.

Berdasarkan informasi yang diterima Tribunjambi.com dari Kepala Lapas Klas IIB Muaro Tebo melalui Saprudin, Kasi Binadik dan Giatja, sebanyak 43 warga binaan di Lapas tersebut dilepaskan dalam beberapa tahapan.

“Sampai tahap terakhir tanggal 7 April jumlahnya 43 orang mendapatkan asimiliasi, satu orang perempuan,” ujarnya, Selasa (7/4/2020).

Sebanyak 43 warga binaan tersebut dibagi menjadi lima tahap. Tahap I ada 8 orang, tahap II sebanyak 7 Napi, tahap III sebanyak 8 orang, tahap IV diberikan kepada 11 orang, dan tahap V kepada 9 orang warga binaan.

Pemerintah Desa di Tanjab Timur Diminta Ikut Tangani Wabah Covid-19, Bisa Gunakan Dana Desa

DPRD Provinsi Jambi Gelar Rapat Paripurna di Tengah Wabah Corona, Ini yang Jadi Bahasan

PDAM Tirta Muarojambi Tambah Kaporit, Ini Manfaatnya Saat Wabah Corona

Sementara untuk selanjutnya apakah akan dilakukan pembebasan kepada para Napi yang telah menjalani hukuman sesuai yang berlaku saat ini, Saprudin mengatakan masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.

Sebab menurutnya, pihak Lapas tidak bisa menentukannya karena tergantung pada kebijakan pusat.

Selain ke 43 napi tersebut, untuk kedepannya akan dilakukan penambahan sebanyak 16 orang. Sehingga total yang akan mendapatkan asimilasi 61 orang.

Setelah dilaksanakannya asimilasi tersebut, jumlah warga binaan di Lapas Klas IIB Muara Tebo berjumlah 246 orang.

Kepada para Napi yang mendapatkan pembebasan di tengah mewabahnya Covid-19 tersebut agar memanfaatkan dengan baik dan penuh syukur serta niatan untuk berubah.

Sebab selama asimilasi ini berjalan dan ditemukan pelanggaran maka Napi tersebut batal bebas bersyarat.

“Orang yang mendapatkan Asimilasi ini apabila melakukan pelanggaaran dia tidak dihitung pidananya di luar, bisa kembali lagi ke Lapas. Dia (penerima Asimilasi) nanti tidak akan diusul integrasi, maksudnya pembebasan bersyarat,” ujarnya tegas. (tribunjambi.com, Darwin Sijabat)

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved