Virus Corona

Ternyata Sah di Mata Hukum, Presiden Filipina Siap Tembak Mati Warganya yang Ngeyel saat Lockdown

Ternyata Sah di Mata Hukum, Presiden Filipina Siap Tembak Mati Warganya yang Ngeyel saat Lockdown

Editor: Andreas Eko Prasetyo
AFP
Presiden Filipina Rodrigo Duterte 

TRIBUNJAMBI.COM - Negara yang menerapkan lockdown di Asia Tenggara bertambah, sebelumnya Malaysia, kini Filipina pun mengambil keputusan sama.

Filipina merupakan salah satu negara yang menerapkan sistem lockdown untuk menghindari merebaknya virus corona.

Bahkan aturan lockdown di Filipina terbilang cukup ketat dan mengerikan.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan orang yang melanggar aturan lockdown dalam rangkan penanganan virus corona bisa ditembak mati.

UPDATE Corona di Indonesia, Senin (6/4). Total Kasus 2.491, 192 Sembuh dan 209 Meninggal

Percepat Penanganan Corona, Pemkab Merangin Siapkan Anggaran Rp 30 Miliar

Jadi Tujuan Wisata, Pemerintah Desa Pantai Cemara Bentuk Tim Pemantau Burung Migran

Dia menegaskannya dengan mengatakan "Aku akan menguburmu".

Amnsesty International mengutuk pernyataan itu sebagai "sangat mengkhawatirkan".

Mereka juga mengatakan telah mengikuti laporan hukuman tidak manusiawi bagi pelanggar hukum saat lockdown diberlakukan.

Pandemi Covid-19, Pendapatan Negara Anjlok, Apakah Gaji Ke-13 dan THR PNS Dipangkas?

Korban DBD di Kota Jambi Bertambah Lagi, Bocah 10 Tahun Meninggal

Skenario Baru Pertumbuhan Ekonomi, Sri Mulyani: Perbaikan Diperkirakan Baru di Kuartal IV-2020

Salah satu bentuk hukuman yang diberlakukan adalah para pelanggar ditahan di kandang anjing dan duduk berjam-jam di bawah sinar matahari.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Rodrigo Duterte mengatakan setiap orang harus mengikuti langkah-langkah karantina di rumah.

Hal ini, menurut Duterte, harus dilakukan untuk memastikan sistem kesehatan negara yang buruk tidak kewalahan.

"Ini semakin buruk. Jadi sekali lagi saya memberi tahu Anda betapa seriusnya masalah ini dan Anda harus mendengarkan," kata Duterte.

"Perintah saya kepada polisi dan militer ... jika ada masalah dan ada kesempatan mereka melawan dan hidup Anda dalam bahaya, tembak mereka mati.

Baca Komik Marvel Gratis Sampai 4 Mei 2020, Begini Cara di iOS dan Android, Mudah tinggal Download

"Apakah itu dipahami? Mati. Daripada Anda menyebabkan masalah, (lebih baik) saya menguburmu."

Namun, kepala polisi nasional Filipina kemudian meralat ucapan Duterte.

Menurutnya, pada Kamis, mengatakan tidak ada yang akan ditembak, dan bahwa petugas mengerti presiden menunjukkan keseriusannya tentang ketertiban umum.

Jadi Tujuan Wisata, Pemerintah Desa Pantai Cemara Bentuk Tim Pemantau Burung Migran

Halaman
12
Sumber: GridHot.id
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved