Virus Corona

Cara Bumi Bergerak Berubah Semenjak Kebijakan Lockdown Beberapa Negara Diterapkan, Bagaimana Bisa?

Cara Bumi Bergerak Berubah Semenjak Kebijakan Lockdown Beberapa Negara Diterapkan, Bagaimana Bisa?

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kota Venice atau Venesia di Italia.(NOVA DIEN)
Sungai di Venesia Tampak Jernih Pasca Italia Lockdown Karena Virus Corona 

TRIBUNJAMBI.COM - Warga di dunia saat ini sedang panik dengan kemunculan pandemi wabah virus corona.

Pandemi global Covid-19 yang diciptakan oleh virus Corona jenis baru atau Sars-CoV-2 telah membuat banyak negara mengkarantina rakyatnya.

Mereka menyuruh warga untuk tetap di rumah dan tidak lakukan aktivitas bekerja atau sekolah seperti biasa.

Banyak toko tutup, industri kecil gulung tikar dan sebagian besar warga yang masih bekerja bekerja dari rumah.

Namun pandemi sakit pernapasan ini tidak hanya ciptakan hal itu saja.

Gara-gara Virus Corona, Benarkah Gaji ke-13 dan THR Bagi PNS Terancam Ditiadakan Tahun Ini? Begini

Jangan Pernah Menahan Bersin Karena Takut Dianggap Idap Corona, Sangat Berbahaya, Ini Penjelasannya

Setelah Anjing dan Kucing, Kini Ada Infeksi Baru Virus Corona ke Harimau, Ahli Ungkap Penyebabnya

Karena bumi seperti beristirahat, polusi udara menurun drastis, mengurangi emisi gas rumah kaca.

Hal ini karena tidak ada pesawat yang terbang, tidak ada kapal yang berlayar dan tidak ada kendaraan pribadi yang berlalu lalang di jalan.

Jalanan sepi dan polusi udara menurun.

Anda semua pun merasakan dampak ini tidak langsung, tangan Anda lebih bersih karena senantiasa cuci tangan.

Sudah 8,5 Juta Pelanggan PLN Berhasil Klaim, Ini 5 Cara Dapatkan Token Listrik Gratis, Anda Sudah?

Warga Mendalo Dikeroyok Orang Pakai Samurai di Dekat Rumdis Walikota Jambi, Ini Kata Polisi

Eva Yolanda LIDA Pulang Kampung, Kerumunan Massa Tak Terbendung, Ini Penjelasan Pihak Kepolisian

Namun dampak dan pengaruh pandemi Covid-19 tidak berhenti di situ saja.

Sampai saat ini, ada penelitian yang baru dirilis tunjukkan jika wabah ini telah mengubah cara bumi bergerak.

Peneliti dari Royal Observatory, Belgia melaporkan penurunan denyut seismik bumi, yaitu dengung getaran di kerak bumi.

Tim percaya bahwa ini bisa menjadi akibat dari lockdown di kota-kota besar, yang menyebabkan jaringan transportasi dan aktivitas manusia ditutup.

Analisis mereka menunjukkan jika denyut seismik di Brussels, Belgia, telah turun menjadi sepertiga nilai denyut seismik yang biasa sejak lockdown akibat virus Corona telah dilakukan.

Thomas Lecocq, pimpinan penelitian tersebut menyebut dalam twitternya: "Rata-rata denyut seismik saat ini 33% lebih rendah daripada sebelum pengukuran #StayHomeBelgium dilakukan."

Pemkab Batanghari Realisasikan Bantuan Benih Padi di Kecamatan Maro Sebo Ulu Seluas 1.000 Hektare

Kisah Cinta Kim Jong Un yang Pernah Tak Direstui Ayahnya, Mantan Kekasih Dieksekusi Mati Pakai Ini

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved