Jajang dan Doni Tetap Dihukum Mati, Mahkamah Agung Tolak Banding Pembunuh Sopir Taksi Online

Mahkamah Agung menolak banding dua pelaku pembunuhan sopir taksi online di Garut, Jawa Barat yakni Jajang alias Keling (33) dan Doni alias Abang (33).

Tribunjabar/Firman Wijaksana
Jajang (33), masih melemparkan senyum saat akan dibawa ke mobil tahanan usai pembacaan putusan di Pengadilan Negeri 

TRIBUNJAMBI.COM, GARUT - Mahkamah Agung menolak banding dua pelaku pembunuhan sopir taksi online di Garut, Jawa Barat yakni Jajang alias Keling (33) dan Doni alias Abang (33).

Keduanya akan tetap menjalani putusan hukuman mati.

Kedua pelaku telah dijatuhi hukuman mati setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Garut memutus bersalah.

Aksi kedua pelaku dianggap sangat keji.

Minta Warga Jakarta Pakai Masker Kain, Anies Baswedan: Tidak Membeli dan Menggunakan Masker Medis

Sebut Masalah Rumah Sakit Atasi Pasien Corona Seperti Bermain PUBG, Dokter Tirta: Lupa Bawa Senjata

Begini Pengakuan Andrea Dian Setelah Minum Obat Chloroquine Demi Bisa Sembuh Dari Covid-19

Majelis hakim PN Garut yang diketuai Endratno Rajamai pada Senin (14/10/2019), memutuskan hukuman paling berat kepada Keling dan Abang yakni hukuman mati.

Merasa hukumannya tak sepadan, kedua pelaku melalui kuasa hukumnya saat itu Asep Saeful mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT).

Namun banding keduanya tetap ditolak.

Masih tak puas dengan putusan PT, mereka kemudian mengajukan banding lagi ke Mahkamah Agung. Hasilnya, keduanya tetap divonis mati.

"Putusan dari MA, keduanya tetap divonis hukuman mati," ujar Kasipidum Kejari Garut, Dapot Dariarma, Sabtu (4/4).

Hingga kini, Dapot masih menunggu salinan putusan dari MA kepada kedua pelaku tersebut.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved