Bisnis Jambi di Tengah Corona
BREAKING NEWS Pabrik Sawit Diminta Tidak Menutup Operasionalnya
Di tengah mewabahnya corona virus disease 2019 (Covid-19), pabrik sawit yang ada di Kabupten Sarolangun
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Di tengah mewabahnya corona virus disease 2019 (Covid-19), pabrik sawit yang ada di Kabupten Sarolangun diimbau agar tidak menutup gerainya.
Hal ini karena menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat.
Pihak Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sarolangun meminta agar seluruh pabrik sawit di wilayah Sarolangun tetap beroperasi.
• Silakan Dicoba, Ini Cara Dapatkan Token Gratis dan Diskon dari PLN Melalui WhatsApp atau Website
• Wajib Baca! Ini Kata Ustaz Abdul Somad soal Banyak Penolakan Pemakaman Jenazah Korban Virus Corona
• Begini Cara Mendapatkan Kartu Pra Kerja, Dibuka Minggu Kedua Bulan Ini, Ini Manfaatnya
"Kita minta jangan ditutup, memang tidak ditutup," kata Kadis TPHP, Sakwan pada jumat (3/4).
Tidak hanya sekedar instruksi, bahkan pihaknya melakukan upaya agar pabrik-pabrik itu tetap buka. Dengan cara mendatangi pihak pabrik dan berdiskusi terkait pencegahan corona tersebut.
Kata Sakwan, beberapa pabrik sudah ia datangi, diantaranya pabrik sawit di Kecamatan Batin VIII, Kecamatan Pelawan, dan Kecamatan Air hitam.
"Yang saya datangi lima (pabrik) dan masih beroperasi, yang lain sudah saya instruksikan juga tidak dilakukan penutupan," katanya
Menurutnya juga, sawit memang saat ini karena imbas corona tidak begitu menurun drastis, karena harga ditetapkan oleh provinsi di setiap bulannya.
Untuk antisipasi Corona virus disease 2019 (Covid-19) pihaknya selain instruksikan pabrik sawit terapkan protokol kesehatan, juga pada kelompok tani agar pertemuan pada PPL pertanian pada petani untuk dijadwalkan kembali.
Bahkan para petani harus memperhatikan instruksi pemerintah atas langkah pencegahan corona.
"Jangan sering nian (pertemuan), petani harus ikut aturan pemerintah, dari sawah langsung mandi. Petani ni kadang lupo dari sawah langsung makan, tangan belum cuci. Setelah itu penggunaaan pestisida agar digunakan semestinya," ujarnya. (yan)
• Musuh Gentar Baru Lihat Topengnya, Kopaska TNI AL Masuk Jajaran Pasukan Elite Terseram di Dunia
• Prakiraan Cuaca 2-4 April 2020, Wilayah Jambi Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir