Malaysia Lockdown, Pekerja Migran Indonesia Di Negeri Jiran Dihantui Virus Kelaparan
Pemberlakuan lockdown oleh Malaysia berdampak besar bagi pekerja migran Indonesia yang ada di negara tersebut
TRIBUNJAMBI.COM - Pemberlakuan lockdown oleh Malaysia berdampak besar bagi Pekerja Migran Indonesia yang ada di negara tersebut.
Para Pekerja Migran Indonesia yang paling terdampak adalah yang bekerja di sektor informal sebab saat ini mereka banyak yang tidak bisa bekerja lagi.
Mereka yang bekerja di pabrik, restoran, dan cleaning service biasanya akan mendapatkan upah per hari atau per minggu.
• Ajudannya Bocorkan Keinginan Prabowo Hentikan Penyebaran Covid-19 di Indonesia dengan Cara Lockdown
• Pemkab Muarojambi Geser Anggaran Sebesar Rp 4 Miliar Lebih untuk Penanganan Kasus Corona
• Bantu Perangi Virus Corona, Nikita Mirzani Sumbang APD Untuk Tenaga Medis
• Di Jember, Remaja 13 Tahun Digrebek Hubungan Badan Dengan Pria Dewasa, Terungkap Tarifnya!
Semenjak mereka tak lagi diperbolehkan bekerja akibat lockdown, mereka tak lagi memiliki pemasukan untuk menyambung hidup.
"Kondisi Pekerja Migran Indonesia sangat memprihatinkan sebab sudah hampir dua pekan mereka tak diperbolehkan bekerja seperti dulu," kata Dato'M Zainul Arifin, Direktur Pusat Penyelesaian Permasalahan WNI di Malaysia (P3WNI).
Para pekerja migran di negara Malaysia yang berasal dari berbagai negara, tak punya pilihan.
Mereka kini tetap harus tunduk terhadap kebijakan pemerintah Malaysia, sebab ada sanksi bagi yang tidak taat aturan.
Namun yang pasti, mereka tak lagi bisa bekerja kini sulit memenuhi kebutuhan konsumsi harian.
"Para pekerja migran Indonesia di Malaysia tidak takut virus corona. Tetapi yang paling ditakutkan adalah virus kelaparan," ujar dia.
Ia berharap, pemerintah dan lembaga penyalur TKI peduli kepada para pekerja migran asal Indonesia, sesuai UU 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia.
Dengan situasi tersebut, kini Malaysia mendeportasi puluhan pekerja migran bermasalah asal Indonesia.
Para tenaga kerja tersebut dipulangkan melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (27/3/2020) malam.
Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan di Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak Andi Kusuma Irfandi mengatakan, dari 66 orang tersebut, terdapat 50 pria dan 16 wanita.
"Masing-masing pekerja migran telah diberikan kartu kuning, sebagai tanda sedang dalam pemantauan (ODP)," kata Andi kepada wartawan, Jumat malam.
Andi menjelaskan, sebelum dipulangkan, para pekerja migran menjalani dua kali tahapan pemeriksaan kesehatan.
Pertama oleh petugas karantina kesehatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di PLBN Entikong.
Kemudian, yang kedua oleh pihak Dinas Kesehatan Kalimantan Barat.
Tujuannya untuk mendeteksi ulang potensi penyebaran virus corona atau Covid-19.
"Sementara ini mereka semua sehat. Tapi mereka tetap dinyatakan orang dalam pemantauan," ujar Andi.
Andi merinci, dari 66 pekerja migran tersebut, 41 orang merupakan warga Kalimantan Barat.
Selebihnya, ada tiga orang asal Jawa Timur, empat orang dari Jawa Tengah, lalu lima orang dari Jawa Barat, dan satu dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ada juga satu orang dari Nusa Tenggara Barat (NTB), satu orang dari Banten, enam orang dari Sulawesi Selatan, satu orang dari Sulawesi Tenggara, dua orang dari DKI Jakarta, dan satu orang dari Lampung.
Kemudian, berdasarkan kasusnya, sebanyak 36 orang tidak memiliki paspor.
Kasus lain adalah 19 orang tidak memiliki permit atau visa bekerja, dan tujuh orang ikut orangtua dan empat orang pulang karena repatriasi.
• Diberitakan Mati Suri, Wakil Ketua DPD PDIP Jabar Meninggal Setelah Putrinya Datang
• Ketua DPRD Palembang Tidak Tahu Kedatangan Rombongan DPRD Kota Jambi, Padahal Habiskan Dana Besar
• Sakit Hati Diputus Cinta, Pria di Sumenep Sebar Video Mesum Dengan Mantan Kekasih
• Parno Kuman Apa Virus Menempel di HP? Begini Cara Membersihkan Gadget dari Covid-19 Agar Tak Rusak
"Setelah seluruh pemeriksaan dilakukan, mereka akan dipulangkan ke daerah asal," kata Andi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/tki_pmi_pekerja-migran-indonesia_malaysia.jpg)