Video Viral Polisi Pukul 3 Bintara Pakai Ikat Pinggang di Halaman Mapolres, Satu Masuk RS
Dalam video tersebut, terlihat seorang polisi memukul tiga orang polisi yang bersimpuh di depan oknum polisi yang memukul.
Aksi polisi tersebut dilakukan di depan Mapolres.
Lokasi hingga kebenaran video itupun terungkap.

Video Pemukulan Viral
Dilansir dari Kompas.com (grup Tribunjambi.com), video yang viral di media sosial itu berdurasi 59 detik.
Dalam video tersebut, terlihat seorang polisi memukul tiga orang polisi yang bersimpuh di depan oknum polisi yang memukul.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Firmansyah Padang TerapiStroke pada Rabu (25/3/2020) sekitar pukul 19.17 WIB.
• Sudjiwo Tedjo Usul Jokowi Diberi Cuti 3 Hari Aku Mengalami Beratnya Anak Laki-laki Ditinggal Ibu
• WOW! IHSG Terbang Tinggi 9,62 Persen pada Sesi I, Kamis (26/3) ke Level 4.316,42
Dalam unggahan tersebut ditulis peristiwa itu tejradi di Polres Padang Pariaman, Polda Sumbar.
Akibat pemukulan itu, satu personel disebut sampai tak sadarkan diri.
"penganiayaan yg tdk pantas terjadi di tubuh Polri di Polres Padang Pariaman Polda Sumbar yang di lakukan oleh Ipda Septian dwi cahyo yang mengakibatkan Personel masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri karna di pukul berkali kali menggunakan kopel keras di bagian yg sangat sensitif yaitu di bagian kepala #kapolri #kadivpropampolri #humaspolri."

Kasus Sudah Diproses
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto yang dihubungi Kompas.com, Rabu (25/3/2020) malam membenarkan kejadian tersebut.
Stefanus menyebutkan, kejadian itu terjadi pada Kamis (19/3/2020) lalu di halaman Mapolres Padang Pariaman, Sumbar.
"Iya, kejadiannya pada Kamis lalu. Sekarang kasusnya sedang diproses," kata Stefanus.
• Cicilan Kendaraan Bisa Ditangguhkan Satu Tahun, Begini Syarat dan Caranya, Bisa Dilakukan Via Online
• Nasib Pengantin di Tanjabbar yang Batal Resepsi Siang Ini, Icha Sang Mempelai Wanita Tersenyum
Penyebab & Kondisi Polisi yang Dipukul
Stefanus menyebutkan, kejadian itu berawal dari tiga orang polisi yang merupakan bintara itu terlambat datang sehingga diberi hukuman.