FATAL! warga Nekat Gelar Pesta dan Langgar Social Distancing, Kondisi Peserta Kini Menyedihkan

Kumpulan orang dewasa mengadakan pesta ketika wabah semakin merebak. Mereka sengaja menentang perintah pemerintah untuk melakukan social distancing

Editor: Duanto AS
shanghaiist
Ilustrasi pesta 

TRIBUNJAMBI.COM - Sekelompok warga di Kentucky melakukan hal nekat di tengah wabah Corona yang menyerang Amerika Serikat.

Kumpulan orang dewasa tersebut mengadakan pesta ketika wabah semakin merebak.

Mereka sengaja menentang perintah pemerintah untuk melakukan social distancing.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Kentucky, Andy Beshear, Selasa (24/3/2020), dilansir CNN.

Bashear mengungkapkan, para pengunjung pesta memang sengaja berkumpul.

"Mereka berpikir bahwa mereka tidak terkalahkan, dan sengaja menentang pedoman negara untuk mempraktikkan social distancing," kata Bashear.

"Ini yang membuat saya marah. Kita harus jauh lebih baik dari itu," ungkapnya.

ILUSTRASI - Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19.
ILUSTRASI - Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19. (ERIN BOLLING / US ARMY / AFP)

Meskipun Covid-19 lebih mematikan dan berdampak parah bagi lansia, para pejabat kesehatan dan pemimpin di seluruh dunia telah meminta para pemuda maupun orang dewasa untuk mempraktikkan social distancing.

Sebab, orang yang terinfeksi tanpa gejala dapat menularkannya ke orang lain.

Bahkan, berdasarkan data terbaru China, pembawa virus tanpa gejala memiliki potensi besar atas penyebaran awal yang cepat di negara Tirai Bambu tersebut.

Di Amerika Serikat sendiri, menurut laporan Centers for Disease Control (CDC) minggu lalu, 20 persen orang yang dirawat di rumah sakit AS karena Covid-19 berusia 20-44 tahun.

"Sejauh ini demografinya di Amerika Serikat tampak sangat berbeda dibandingkan di negara-negara lain yang telah dahulu terdampak," kata Jenderal Ahli Bedah AS, Dr. Jerome Adams kepada NBC, Senin (23/3/2020) silam.

Kolase TribunNewsmaker - Xinhua via SCMP dan Shutterstock
Kolase TribunNewsmaker - Xinhua via SCMP dan Shutterstock (Tenaga medis dan ilustrasi corona virus.)

Di negara bagian New York, sang Gubernur Andrewa Cuomo, mengatakan lebih dari setengah kasus Corona, yakni 53 persen, terjadi pada kaum muda berusia 18-49 tahun.

Sementara itu, Selasa (24/3/2020) lalu, California melaporkan kematian pasien termuda di Amerika Serikat karena Covid-19, yang berusia 17 tahun.

Di Georgia, seorang anak berusia 12 tahun berjuang mempertahankan hidupnya di rumah sakit Atlanta dengan menggunakan ventilator.

Berdasarkan coronavirus.thebaselab.com, Amerika Serikat menjadi negara kasus Corona tertinggi ketiga di dunia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved