FATAL! warga Nekat Gelar Pesta dan Langgar Social Distancing, Kondisi Peserta Kini Menyedihkan
Kumpulan orang dewasa mengadakan pesta ketika wabah semakin merebak. Mereka sengaja menentang perintah pemerintah untuk melakukan social distancing
"Dia pergi ke Milan untuk mencontohkan beberapa bentuk aktivitas sosial yang masih aman dan meyakinkan bahwa pemerintah berupaya mencari solusi dan sebagainya."
"Tetapi tentu saja dia meremehkan risikonya," jelas Pantaleo.
Sementara itu perbedaan persepsi sempat terjadi antar pakar kesehatan.
Beberapa menganggap virus corona ini serius sementara yang lainnya hanya menilainya sedikit lebih serius daripada flu.
Ketika virus menyebar, masyarakat justru membuatnya lelucon dengan membuat meme seorang nenek Italia yang memberikan saran tentang mencuci tangan.
"Baik dalam kelompok sosial mereka atau di media sosial, orang bereaksi dengan lelucon dan ironi," kata Pantaleo.
"Tertawa adalah reaksi yang sangat umum terjadi ketika orang dihadapkan dengan anggapan kematian.
"Tapi tentu saja, di masa-masa awal tidak ada yang melihatnya (Covid-19) sebagai kemungkinan serius," nilai Pantaleo.
Sampai pada 8 Maret 2020, kehidupan masyarakat di Italia masih berjalan normal.
Namun kematian yang tiba-tiba melonjak sebesar 50 persen membuat Perdana Menteri, Giuseppe Conte, mengunci Lombardy dan 14 provinsi lain di seluruh wilayah utara yang memiliki dampak Covid-19 terparah.

Berita karantina ini bocor ke pers Italia beberapa jam sebelum pengumuman resmi.
Lantas membuat kepanikan sehingga ribuan orang asal selatan Italia berbondong-bondong melarikan diri dari utara.
Penguncian nasional dilakukan pada 10 Maret 2020, tetapi langkah-langkah nyata baru mulai beberapa hari kemudian yakni penutupan bar, restoran, dan toko-toko non-esensial lainnya seluruh negeri.
Masih dilansir Guardian, saat itu nada bicara Conte mulai tegas dan jelas.
Dia berkali-kali berterimakasih kepada warga Italia karena mau berkorban untuk mengendalikan pandemi ini.
Psikolog di Ancona, wilayah Marche Sara Raginelli mengatakan sejak perubahan sikap Conte, masyarakat Italia mulai mau mematuhi aturan.
“Saat politik berubah dan mulai berbicara dengan cara yang lebih jelas dan langsung, perilaku masyarakat juga berubah dan orang lebih mengembangkan sikap kesadaran."
"Saat orang Italia disuruh tinggal di rumah dan tindakan pengendalian yang ketat diberlakukan, mayoritas penduduk patuh."
(Tribunnews/Citra Agusta Putri Anastasia/Ika Nur Cahyani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Warga Nekat Gelar Pesta dan Sengaja Langgar Social Distancing, Berakhir 1 Orang Positif Corona
• Petualangan Asmara Marilyn Monroe dengan Pejabat Kalangan Atas, Misteri Kematiannya Tak Terungkap
• 10 Foto Marilyn Monroe, Artis Legendaris yang Bikin Presiden Kesengsem, selalu Pakai Celana Ketat
• Daftar 30 Film Marilyn Monroe dari 1947 s/d 1962, hingga Dapat Gelar Bomb Sex Hollywood
• Misteri Kematian Marilyn Monroe, Kabarnya Libatkan Keluarga Presiden AS, Benarkah Dibunuh?