Berita Tanjab Timur
Baru Diaspal, Begini Kondisi Terkini Jalan Provinsi di Kelurahan Muara Sabak Ulu yang Nyaris Putus
"Kalau kemarin awalnyo cuma satu lubang yang cukup besar, namun karena lambannya penanganan akhirnya menjalar dan sekarang sudah hampir 50 meteran...
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Baru Diaspal, Begini Kondisi Terkini Jalan Provinsi di Kelurahan Muara Sabak Ulu yang Nyaris Putus
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kondisi jalan provinsi yang berada di Kelurahan Muara Sabak Ulu, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjabtim nyaris putus saat diguyur hujan.
Warga setempat berharap segera ada perbaikan.
Pantauan Tribunjambi.com di lapangan, kondisi jalan yang sebelumnnya telah diaspal mulus, kini kondisinya sungguh memprihatinkan.
Tidak hanya berlumpur akibat hujan, bahkan juga banyak lubang besar yang siap menjebak pengendara yang melintasi jalan itu.
Kondisi tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir dan semakin memprihatinkan sejak curah hujan kembali tinggi.
Selain menyulitkan kendaraan yang melintas, lumpur yang terbawa air hujan juga menyulitkan bagi pejalan kaki.
A Yani (39) warga sekitar menuturkan, kondisi seperti ini sudah lebih kurang tiga bulanan dan semakin parah.
Bahkan kerusakan sudah menjalar tidak lagi di satu titik.
• Kapal Bantuan Provinsi Jambi Terbengkalai di Tanjabbar, Tak Terurus dan Hampir Tenggelam
• Gunakan Mobil Damkar, Diskominfo Keliling Kota Bangko Sosialisasi Pencegahan Corona
• Hasil LIDA 2020 Indosiar Malam Tadi, Cinta dari Bangka Belitung Tersenggol, Nia dan Defri Lolos
"Kalau kemarin awalnyo cuma satu lubang yang cukup besar, namun karena lambannya penanganan akhirnya menjalar dan sekarang sudah hampir 50 meteran lebih jalan yang berlumpur dan berlubang," jelasnya, Minggu (22/3/2020).
Lebih lanjut dikatakannya pula, dapat dipastikan jika hujan mengguyur lebih dari dua jam dengan intensitas sedang maupun tinggi, kondisi lalu lintas pasti akan lumpuh.
Karena tidak sedikit kendaraan yang terjebak ataupun terpuruk bahkan terguling di jalan itu.
"Ditambah lagi kalau konvoi mobil angkutan sawit lewat, sudahlah. Biso ngantri sampai 500 meteran," tambahnya.
Sementara itu Hasbullah, satu di antara dari sopir kendaraan yang melewati jalur tersebut menuturkan, tidak ada jalur alternatif lainnya yang dapat dilewati bagi angkutan baik sawit maupun material bangunan.
Mau tidak mau harus melewati jalur atau rute ini.