Jumlah Pasien Suspect Corona di Jambi Bertambah, Dua Pasien Baru dalam Pemantauan
Hingga Rabu (18/3/2020) pasien yang masih diisolasi di RSUD Raden Mattaher (RSRM) menjadi lima orang pasien.
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Teguh Suprayitno
Jumlah Pasien Suspect Corona di Jambi Bertambah, Dua Pasien Baru dalam Pemantauan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hingga Rabu (18/3/2020) pasien yang masih diisolasi di RSUD Raden Mattaher (RSRM) menjadi lima orang pasien.
"Saat ini lima pasien," kata juru bicara Tim Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Corona Jambi, Johansyah sebagaimana laporan yang diterima dari pihak RSRM.
Johan menjelaskan, tiga dari lima pasien tersebut merupakan yang terdahulu yang masuk pada 13 dan 15 Maret lalu. Sementara dua di antaranya masuk pada Selasa (17/3/2020) lalu.
"Yang baru masuk ada dua pasien. Salah satunya pejabat Tebo dan satu orang lagi yang pulang dari Jawa
mereka masuk kemarin," kata Johan, Rabu (18/3/2020).
• Pulang dari Jakarta Pejabat Tebo Mengeluh Demam, Hasil Tes Laboratorium Segera Keluar
• Profesor Kristian Menguak Asal Usul Virus Corona, Hal Seperti Ini yang Sebenarnya sedang Terjadi
• Daftar Golongan Darah yang Paling Rentan Terjangkit Virus Corona, O Kategori Aman
Untuk pasien baru masuk itu, kata Johan, pihaknya akan mengambil sampel SWAB dan dahaknya untuk dikirimkan ke Kementerian Kesehatan, Jakarta.
"Sudah kita ambil sampelnya. Jadi sekarang ada dua sampel yang diuji dan menunggu pengumuman Kemenkes," terangnya.
Dua Pasien Baru
Rabu (18/3/2020) pagi, dua karyawan di sebuah BUMD di Jambi juga meminta diperiksa. Keduanya mengaku mengalami gejala corona dan ditempatkan di ruang dekontaminasi UGD.
"Terpisah dengan pasien lain. Ini masih diduga (corona) orang dalam pemantauan," terangnya.
Dari keterangan yang dia terima, hingga sore, keduanya masih diisolasi di UGD.
Menurut laporan yang Johan terima, kedua pasien itu mengeluh demam tinggi dan sesak napas.
Mengenai hasil sampel pasien yang dikirim ke Litbang Kemenkes, jelas Johan, akan diketahui setidaknya lima hari, atau pada hari Jumat mendatang.
"Hasilnya akan diketahui dan diumumkan oleh Jubir Kemenkes, karena untuk uji lab ini kerja sama dengan universitas. Bahkan untuk uji lab ada juga rencana digeser ke Lab Palembang," paparnya.
Terkait kesiapan ruang isolasi di RSRM, lanjutnya, pihaknya sudah menambahkan sejumlah fasilitas. Mulai dari 7 tempat tidur menjadi 13 tempat tidur. Itu terdapat ruangan terduga (suspect) di ruang Nurdin Hamzah, dan ruang untuk tersangka (positif) di ruangan paru.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)