Update Corona di Jambi

Dosen UIN STS Jambi Membuat Hand Sanitizer untuk Cegah Penyebaran Corona

dosen dari Fakultas Saintek UIN STS Jambi berinisiatif untuk membuat hand sanitizer untuk cegah penyebaran virus corona.

Penulis: Nurlailis | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Nurlailis
Dosen Fakultas Saintek UIN STS Jambi berinisiatif untuk membuat hand sanitizer untuk mencegah virus corona. 

Dosen UIN STS Jambi Membuat Hand Sanitizer untuk Cegah Penyebaran Corona

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Di tengah pandemi corona membuat hand sanitizer langka di pasaran. Hal inilah yang membuat dosen dari Fakultas Saintek UIN STS Jambi berinisiatif untuk membuat hand sanitizer.

Dosen Kimia UIN STS Jambi, Deliza mengatakan ide ini mucul seminggu lalu dan pembuatannya dua hari lalu. Proses pembuatannya pun cukup singkat yaitu 2 jam.

“Kandungannya ada alkohol dan aloe vera atau lidah buaya alami. Alkohol ini 74,6 persen yang dapat membunuh kuman dan aloe vera bermanfaat untuk melembutkan kulit,” jelasnya, (18/3).

Dalam proses pembuatannya, ia dibantu juga oleh para dosen lain dan juga mahasiswa.

Bentuk dari hand sanitizer yang dibuat terlihat ada gumpalan. Menurutnya hal ini karena hand sanitizer dari bahan alami. Gumpalan tersebut adalah protein aloe vera yang tidak larut dalam alkohol.

Pemprov Jambi Tambah Lima Rumah Sakit Rujukan Tangani Corona

Berita Driver Ojol Terpapar Corona yang Viral di Media Sosial Ternyata Hoaks, Warga Jangan Panik

Puluhan Siswa di Jambi Field Trip ke Daerah Terpapar Corona, Kadisdik Akan Tegur Pihak Sekolah

Menurutnya bahan baku pembuatan hand sanitizer ini tidak sulit karena di Jambi ada banyak lidah buaya.

Untuk distribusi saat ini masih digunakan untuk lingkungan UIN STS Jambi namun ada kemungkinan diperuntukan untuk masyarakat banyak.

“Sementara baru ada handsinitizer aloe vera ke depannya kami akan produksi standar WHO,” ungkapnya.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Suaidi mengucap terima kasih kepada para dosen yang membuat hand sanitizer tersebut.

UIN STS Jambi pun mengenai pencegahan penyebaran virus corona telah mengambil langkah yaitu membuat sudar edaran pada 28 Januari 2020. Begitu pergerakannya makin banyak pada 13 Maret 2020 menunda kegiatan baik regional ataupun yang akan dilakukan di nasional.

“Pada 15 Maret 2020 juga mengadakan rapat yang menghasilkan kebijakan untuk melaksanakan kuliah online. Sejak hari ini juga mengeluarkan kebijakan rektor agar bekerja dari rumah, yang dikantor tetap ada bagi yang piket. Bagi yang bekerja melakukan absen secara online. Seandainya ada tamu masuk dilakukan screaning terlebih dahulu,” paparnya.

Kebijakan lainnya adalah mahasiswa internasional diminta untuk tetap tinggal di Jambi dan tidak melakukan perjalanan ke Thailand atau Malaysia. Hal ini juga berlaju untuk para dosen dan karyawan untuk tidak melakukan perjalanan keluar daerah.

“Kita perlu hati-hati pada hal yang membuat lalai, misalkan kematian adalah takdir. Kalau kita sudah tau ini berbahaya maka kita perlu waspada. Kami menghimbau juga agar tidak keluar rumah sampai waktu yang ditentukan. Dengan demikian kita ikut serta mengurangi potensi penyebaran virus corona,” pungkasnya. (lai)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved