Minggu, 3 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sejarah Panjang Lagu Indonesia Raya, Sempat Dilarang Dinyanyikan Oleh Belanda

Setelah bertahun-tahun mengikuti kakaknya tinggal di Makassar, Wage Rudolf Supratman, kembali ke Pulau Jawa pada 1924.

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Ist
Lirik Lagu Indonesia Raya 

Sejarah Panjang Lagu Indonesia Raya, Sempat Dilarang Dinyanyikan Oleh Belanda

TRIBUNJAMBI.COM - Setelah bertahun-tahun mengikuti kakaknya tinggal di Makassar, Wage Rudolf Supratman, kembali ke Pulau Jawa pada 1924. 

Ia bekerja sebagai wartawan di Bandung dan menyumbangkan artikel-artikelnya ke surat kabar Kaoem Moeda, Kaoem Kita dan Sin Po. 

Dari sana lah, W. R. Supratman tertarik dengan suasana pergerakan. 

Hukuman & Denda Ini Menantimu Jika Memotret Tanpa Izin Berdasarkan UU No 11 Tahun 2008

Akankah Ramadhan & Idul Fitri 2020 Ini Bakal Puncak Virus Corona di Indonesia, Ini Analisa Intelejen

Ia pun berkontribusi dalam menciptakan lagu-lagu perjuangan yang membangkitkan semangat.

Gubahan pertamanya adalah sebuah lagu yang berjudul Dari Barat Sampai Ke Timur.

Suatu hari, Supratman membaca sebuah artikel yang menantang para komponis Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan tanah air. 

Menjawab hal tersebut, Supratman menggubah lagu Indonesia Rayayang pada subjudulnya ia tulis “lagu kebangsaan”.

Pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan. Kisah di baliknya sangat menarik.

Pertama kali berkumandang di Kongres Pemuda II

Sebagai wartawan koran Sin Po, Supratman pernah meliput Kongres Pemuda I yang diselenggarakan pada 30 April-2 Mei 1926. 

Oleh sebab itu, pada Kongres Pemuda II, ia pun diundang kembali untuk meliputnya.

Awalnya Sempat Diragukan, Ternyata Obat Tradisional Sembuhkan 85 Persen Pasien Corona di China

Dalam acara tersebut, Supratman bertemu dengan Soegondo Djojopoespito. 

Dalam pertemuan itu, ia diminta Soegondo membawakan lagu Indonesia Raya dalam suatu acara di gedung Indonesische Clubgebouw, tempat dilaksanakannya Kongres Pemuda II. 

Namun, untuk menghindari represi agen-agen kolonial yang terus memantau keseluruhan acara, Supratman membawakan Indonesia Raya dalam gesekan biola, tanpa syair.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved