Penganiaya Kepsek Positif Narkoba

Tersangka Penganiaya Kepsek SMAN 10 Tanjabbar Positif Gunakan Narkoba

"Hari ini sudah kita lakukan tes urine kepada tersangka, hasilnya positif ada Ketamin dan Amfetamin dan diduga sebagai pengguna narkoba,"

Tribunjambi/Samsul Bahri
BM tersangka penganiayaan kepsek SMAN 10 Tanjabbar saat diekspos di Mapolres Selasa (10/3/2020) 

Tersangka Penganiaya Kepsek SMAN 10 Tanjabbar Positif Gunakan Narkoba

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - BM warga Desa Bukit Harapan, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjabbar tersangka penganiayaan kepada Lasemen, Kepsek SMAN 10 Tanjabbar, ternyata positif menggunakan narkoba.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro saat melakukan konferensi pers di Polres Tanjabbar terkait kasus penganiayaan tersebut, Selasa (10/3/2020).

Kapolres menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan tes urin terhadap tersangka.

"Pada saat penangkapan tersangka kita juga menemukan barang-barang yang diduga sebagai alat untuk penyalahgunaan narkotika," ujarnya.

"Hari ini sudah kita lakukan tes urine kepada tersangka, hasilnya positif ada Ketamin dan Amfetamin dan diduga sebagai pengguna narkoba," sambungnya.

Sempat Mediasi, Tersangka Masih Ingin Lempar Kepsek SMAN 10 Tanjabbar dengan Batu Bata

Kabar Duka dari Tantri Kotak, Unggah Foto Kondisi Anaknya Berbalut Selang Infus: Kita Hadapi Bersama

Pemprov Jambi Lantik 45 Pejabat Funsional, Mantan Kadis Pariwisata Budaya Kembali Jabat Eselon II

Sementara itu, terhadap kepemilikan senjata api, untuk senjata api rakitan diketahui dibeli oleh tersangka dari seseorang dengan harga Rp 2 juta.

Terhadap itu, kata Kapolres pihaknya sudah mendapatkan informasi menegenai orang tersebut.

"Kita sudah dapat informasi siapa penyuplainya, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa lakukan upaya upaya penegakan," lanjutnya.

Lebih lanjut diterangkan Kapolres, kepemilikan senjata api tersebut untuk sementara digunakan oleh tersangka sebagai pengaman diri.

Hal ini lantaran tersangka bekerja sebagai seorang sopir truk dan beralasan membutuhkan alat untuk jaga-jaga diri, berdasarkan pernyataan dari tersangka, kata Kapolres.

"Kepemilikan senjata untuk sementara karena yang bersangkutan kerjanya sebagai sopir truk, karena baru menguasai 10 hari dan itu (senpi) untuk pengamanan diri. Tapi masih kita gali apakah berkaitan tidak dengan pidana lain. Katanya senjata ini ini baru dua minggu di belinya,"sebutnya.

"Untuk pasal yang diterapkan itu ada dua, yaitu kita terapkan Undang Undang darurat kepemilikan senjata, dan dugaan pasal 351 atau 335," pungkasnya.

(Tribunjambi.com/Samsul Bahri)

PENTING Ini Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong, dari Mencegah Sakit Kepala & Bantu Pencernaan

Penulis: samsul
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved