Penganiayaan Kepala SMAN 10
UPDATE Penganiayaan Kepsek SMAN 10, Pelaku Temparamen & Punya Catatan Kepemilikan Senpi
UPDATE Penganiayaan Kepsek SMAN 10 Tanjab Barat, Pelaku Temparamen & Punya Catatan Kepemilikan Senpi
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Deni Satria Budi
UPDATE Penganiayaan Kepsek SMAN 10 Tanjab Barat, Pelaku Temparamen & Punya Catatan Kepemilikan Senpi
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL- Kasus penganiayaan kepala sekolah SMAN 10 Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Lasemen, masih didalami pihak kepolisian.
Selain berhasil menangkap pelaku, polisi juga berhasil menemukan senjata api jenis shotgun yang diduga milik pelaku.
Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro mengatakan, selain memiliki sifat temparemen, pelaku juga memiliki catatan kepemilikian terhadap senjata api alias Senpi.
"Kita tidak berhenti di situ (adanya informasi pelaku memiliki senpi) kita juga melihat latar belakang dirinya, yang ternyata memang ada catatan kepemilikan senpi," sebut Kapolres.
• Polisi Berhasil Mengamankan Terduga Pelaku Penganiyaan Kepsek SMA 10 Tanjab Barat
• Polisi Temukan Senpi di Pohon Sawit, Diduga Terkait Penganiayaan Kepsek di Tanjabbar
• Ditangkap di Mersam, Ternyata Ini Profesi Pelaku Penganiayaan Kepsek SMAN 10 Tanjab Barat
Terkait tindakan penganiayaan pelaku terhadap korban, polisi akan menerapakan pasal 335 KUHP tentang penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan.
"Di lokasi itu pelaku gunakan batu sisa cor semen dan stik kayu yang digunakan untuk ancaman kekerasan, tetapi peristiwa itu dilerai sehingga tidak digunakan. Ini akan kita terapkan pasal 335 KUHP," jelas Kapolres Tanjab Barat.
Sebelumnya, pihak kepolisian menemukan senjata api jenis shotgun yang diduga terkait kasus dugaaan penganiayaan wali murid kepada Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) 10 Tanjabbar.
Hal ini disampaikan oleh Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro, Senin sore (9/3/2020).
Senpi tersebut ditemukan pada saat pra rekontruksi yang dilakukan penyidik Sabtu (7/3/2020) yang mana pada pra rekontruksi dilakukan atas laporan dari Kepsek SMAN 10 Tanjabbar, Lesemen, Jumat (6/3/2020).
"Jumat melapor langsung kita lakukan pemeriksaan saksi dan kesehatan. Kemudian Sabtu nya kita ke TKP melakukan pra rekon, kendalanya itu kita tidak sama pelapor, karena pelapor takut," sebutnya.
Pada saat pra rekontruksi itulah, pihaknya menemukan senjata api jenis shotgun yang berada di dekat pohon sawit sekitar sekolah, yang kemungkinan awalnya di buang atau terjatuh dari pelaku.
Sementara itu, informasi terkait adanya suara letusan yang bersumber dari Senpi. Kata Kapolres berdasarkan informasi dari saksi-saksi di TKP tidak ada yang mendengar suara letusan tersebut.
"Informasinya kan saat kejadian berlangsung ada mendengar benturan seperti letusan. Saat pra rekon memang lokasi agak gema. Kemarin juga saksi ibu kantin yang melerai kejadian tersebut juga tidak mendengar apa-apa," ungkapnya.