Setelah Saling Serang, Rusia-Turki Sepakati Gencatan Senjata di Idlib
Putin dan Erdogan menyepakati gencatan senjata sejak tengah malam pada Jumat setelah lebih dari enam jam diskusi di Moskwa.
Perjanjian juga menciptakan koridor keamanan sepanjang M4 di Barat Laut Suriah, di mana angkatan bersenjata Turki dan Rusia akan melangsungkan patroli bersama pada 15 Maret mendatang.
Dilaporkan dari sumber diplomatik kepada AFP, Rusia telah meminta pertemuan tertutup dengan Dewan Keamanan PBB pada Jumat (06/03/2020) untuk mengurangi anggota-anggota dalam perjanjian.
"Saya pikir ini tidak akan bertahan lama," ungkap Mouawiya Agha, warga asli Sarmin bagian selatan provinsi Idlib.
"Perjanjian ini akan berakhir seperti sebelum-sebelumnya," ungkap ayah dari empat anak ini.
Perjanjian sebelum yang dimaksud adalah pengurangan serangan di Idlib yang disepakati di Sochi, pada 2018 silam.
• KKB Tebar Teror, Tembaki Pos TNI dan Polsek, Warga Tembagapura Mimika Minta Dievakuasi
• Musuh Bebuyutan Susi Susanti Asal China Jadi Orang Klaten, Huang Hua Takluk oleh Tjandra
Turki telah lama mendukung kelompok-kelompok pemberontak tertentu terhadap Assad.
Namun kini prioritasnya adalah untuk menghentikan masuknya pengungsi di antara mereka yang melarikan diri dari serangan yang dilancarkan rezim terhadap Idlib sejak Desember.
Ankara menuntut Uni Eropa untuk mendukung tindakannya di Suriah dan pekan lalu membuka perbatasannya dengan anggota UE, Yunani, bagi para imigran.
Hal itu merupakan sebuah langkah yang dikecam oleh beberapa orang di blok itu dan mengatakannya sebagai 'pemerasan'.
Menjelang pembicaraan hari Kamis, Rusia dan Turki telah saling menuduh telah melanggar kesepakatan.
Turki secara resmi mendeklarasikan operasi terhadap pemerintah Assad pada akhir pekan, setelah 34 tentara Turki tewas dalam serangan udara yang dituduhkan kepada Damaskus.
Sejak itu, tiga pesawat tempur Suriah jatuh dan menewaskan puluhan tentara dan pejuang sekutu.
Sementara itu, Dua tentara Turki lagi tewas oleh tembakan rezim Suriah di Idlib, sebagaimana diungkapkan kementerian pertahanan, hanya beberapa jam sebelum gencatan senjata diberlakukan.
Kementerian pertahanan Turki mengatakan pada Jumat (06/03/20200, pesawat tak berawak Turki "menetralisir" 21 pasukan rezim Assad sebagai pembalasan bagi para prajurit Turki yang tewas.
Kesepakatan yang dilakukan pada akhirnya menelantarkan nasib pos-pos pengamatan Turki di Idlib, yang telah dikepung sejak Damaskus meluncurkan serangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/07032020_genjatan-senjata.jpg)