Rabu, 29 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Setelah Saling Serang, Rusia-Turki Sepakati Gencatan Senjata di Idlib

Putin dan Erdogan menyepakati gencatan senjata sejak tengah malam pada Jumat setelah lebih dari enam jam diskusi di Moskwa.

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
AFP/PAVEL GOLOVKIN
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjabat tangan setelah kesepakatan gencatan senjata. Kesepakatan digelar di Konferensi Pers bersama, Kremlin, Moskwa, 5 Maret 2020. 

Setelah Saling Serang, Rusia-Turki Sepakati Gencatan Senjata di Idlib

TRIBUNJAMBI.COM, MOSKWA - Gencatan senjata di Idlib, Suriah disetujui Rusia dan Turki pada Jumat (06/03/2020).

Gencatan itu bertujuan untuk mengurangi tensi pertarungan yang menimbulkan kehancuran dalam kemanusiaan juga meningkatkan rasa takut akan perselisihan tentara mereka.

Keputusan itu dilakukan oleh presiden Rusia, Vladimir Putin dengan presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan setelah kekerasan meningkat di Idlib, wilayah Barat Laut Suriah.

Hampir satu juta warga sipil pergi meninggalkan rumah mereka dan puluhan tentara Turki tewas.

Tentara Turki di kota Suriah Ras al-Ain memperhatikan ketika tank menembak di posisi yang dihuni milisi dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dengan Kurdi sebagai tulang punggungnya pada 28 Oktober 2019. Militer Turki dan Suriah dilaporkan terlibat baku tembak di perbatasan, dengan enam tentara Suriah tewas.
Tentara Turki di kota Suriah Ras al-Ain memperhatikan ketika tank menembak di posisi yang dihuni milisi dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dengan Kurdi sebagai tulang punggungnya pada 28 Oktober 2019. Militer Turki dan Suriah dilaporkan terlibat baku tembak di perbatasan, dengan enam tentara Suriah tewas. (AFP/NAZEER AL-KHATIB)

Putin dan Erdogan menyepakati gencatan senjata sejak tengah malam pada Jumat setelah lebih dari enam jam diskusi di Moskwa.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengungkapkan harapannya terkait kesepakatan ini.

Dia berharap perjanjian itu akan memandu ke jalan akhir perseteruan dan memastikan perlindungan terhadap warga sipil di Barat Laut Suriah.

Observatorium HAM Suriah melakukan pemantauan terhadap laporan bom yang terjadi beberapa menit sebelum tengah malam.

Dia mengatakan wilayah Idlib cukup tenang setelah gencatan senjata diberlakukan.

Thalita Latief Terkena Tumor Tiroid, Apa Gejala & Penyebabnya? Bisakah Diobati?

Berstatus PNS & Ingin Poligami? Ini Aturan Jika Ingin Punya Istri Kedua Sesuai PP No 45 Tahun 1990

Sedangkan Observatorium Pengamat Inggris ikut mengomentari terkait serangan udara Rusia dan Suriah.

Menurut mereka, "Terdapat tembakan artileri oleh pasukan rezim Suriah ke pihak pemberontak di daerah-daerah yang dikontrol para militan itu seperti beberapa bagian di Aleppo dan Hama, yang berbatasan dengan Idlib."

Situasi di Idlib, kubu pemberontak terakhir dalam perang saudara sembilan tahun di Suriah, telah menjadi kritis ketika Ankara untuk pertama kalinya melancarkan serangan langsung terhadap pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Sebelumnya, Putin meminta konferensi pers bersama Turki yang mengatakan isi perjanjian berbunyi, "sebagai dasar yang baik untuk mengakhiri peperangan di Idlib."

Erdogan entah mengapa malah menambahkan bahwa Turki berhak membalas dengan segala kekuatannya terhadap serangan yang dilakukan Damaskus.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved